Ragamutama.com Tim Nasional Indonesia U-17 bersiap melakoni laga perdana mereka di ajang bergengsi Piala Asia U-17. Tantangan pertama yang menanti adalah menghadapi kekuatan Timnas Korea Selatan U-17. Pertandingan penting ini akan dihelat di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada hari Jumat (4/4).
Korea Selatan diakui sebagai salah satu tim terkuat yang tergabung di Grup C, sebuah fakta yang ditegaskan oleh pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto. “Tidak diragukan lagi, Korea Selatan adalah tim terberat di grup kami,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman resmi AFC, Jumat (4/4).
Segala persiapan, baik dari segi mental maupun fisik, telah dimatangkan untuk menghadapi tim yang diasuh oleh Gee Tae-bak. “Kami sudah mempersiapkan diri secara mental, teknis, dan strategis. Saya berharap para pemain dapat memberikan performa terbaiknya di pertandingan pembuka ini,” kata Nova Arianto dengan penuh harap.
Mantan asisten pelatih Shin Tae-yong ini dikenal sering menerapkan formasi 3-4-3 dalam strategi permainannya. Formasi ini terbukti efektif membawa timnya lolos ke Piala Asia U-17 dengan catatan impresif tak terkalahkan dan tanpa kebobolan satu gol pun.
Dengan mengandalkan tiga pemain di lini depan, Zahaby Gholy diprediksi kuat akan mengisi salah satu posisi tersebut. Pemain sayap kanan yang dikenal memiliki kecepatan mumpuni ini sering menjadi andalan Nova Arianto selama babak kualifikasi Piala Asia U-17.
Dalam tiga pertandingan kualifikasi Piala Asia U-17 yang berlangsung pada bulan Oktober lalu, Gholy menjadi pilihan utama saat menghadapi Kuwait dan Australia. Penyerang yang saat ini bermain untuk Persija Jakarta U-20 ini juga berhasil menyumbangkan dua gol dalam kemenangan besar 10-0 atas Kepulauan Mariana Utara.
Potensi mencetak gol yang dimilikinya sebenarnya sudah terlihat sejak ia membela Timnas U-16 di ajang Piala AFF U-16. Berdasarkan data dari Transfermarkt, Gholy berhasil mencetak lima gol dari lima pertandingan yang ia mainkan, dan turut membantu Timnas U-16 meraih posisi ketiga.
Sementara itu, Korea Selatan diperkirakan akan menampilkan permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka. “Prinsip dan model permainan kami sejalan dengan filosofi sepak bola Korea yang menekankan kecepatan, keberanian, dan fokus. Melalui pendekatan ini, kami membentuk gaya permainan proaktif dan dinamis untuk tim U-17 kami,” jelas Gee Tae-bak.
Apapun hasil akhirnya, menurunkan Zahaby Gholy tampaknya menjadi keputusan bijak, mengingat kecepatannya dan kemampuannya dalam menembus pertahanan Korea Selatan. Mari kita berharap keberuntungan menyertai Garuda Muda dalam pertandingan penting ini. (jpg)