TPIA Resmi Kuasai Aset Shell di Singapore Energy and Chemicals Park

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamutama.com JAKARTA. Kabar baik datang dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), atau yang dikenal luas sebagai Chandra Asri Group. Perusahaan ini secara resmi mengumumkan keberhasilan penyelesaian akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) pada Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. Kawasan industri tersebut kini berganti nama menjadi Aster Energy and Chemicals Park.

Proses akuisisi strategis ini dijalankan melalui CAPGC Pte. Ltd., sebuah perusahaan hasil kolaborasi antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd., yang merupakan anak perusahaan dari Chandra Asri Group, dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd., anak usaha dari Glencore.

Detail kesepakatan tersebut mencakup pembelian saham di Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster), sebuah entitas anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Shell Singapore Pte. Ltd.

Sebagai informasi tambahan, kawasan energi dan kimia yang dimaksud memiliki fasilitas kilang dengan kapasitas pengolahan mencapai 237.000 barel minyak mentah per hari. Selain itu, terdapat juga Ethylene Cracker dengan kapasitas produksi sebesar 1,1 juta metrik ton per tahun yang berlokasi di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir lainnya yang terletak di Pulau Jurong. Akuisisi ini menandai langkah signifikan bagi Chandra Asri Group dalam memperluas cakupan strategisnya di sektor energi, kimia, dan infrastruktur regional. Fasilitas-fasilitas tersebut akan terus beroperasi di bawah nama Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd., dan seluruh karyawan Aster akan tetap menjadi bagian dari organisasi di bawah kepemilikan yang baru.

Potensi Kinerja Indah Kiat (INKP) di Tengah Fluktuasi Harga Pulp Global

Baca Juga :  Intip Kekayaan Deddy Corbuzier, Baru Diangkat Jadi Stafsus Menhan

Menurut Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, akuisisi ini merupakan momen penting bagi perusahaan dalam upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia dan mendukung pertumbuhan industri kimia nasional. Dengan memperluas jangkauan strategisnya melalui Aster, Chandra Asri Group berupaya memastikan ketersediaan sumber daya yang vital bagi negara, serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing global Indonesia.

“Sebagai mitra pertumbuhan, kami menantikan kolaborasi yang erat dengan para mitra kami untuk mendorong inovasi, mencapai keunggulan operasional, dan mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan,” ungkap Erwin Ciputra dalam siaran pers yang diterima oleh Kontan pada hari Rabu, 2 April.

Sementara itu, Managing Director Glencore Singapore, Quek Chin Thean, menyatakan bahwa akuisisi oleh CAPGC sejalan dengan strategi perusahaan yang lebih luas untuk berinvestasi pada aset-aset yang memiliki potensi tinggi dan memperluas kehadirannya di pasar-pasar utama. “Kami tetap berkomitmen untuk mendorong inovasi, keberlanjutan, dan keunggulan operasional di seluruh lini bisnis kami,” tambahnya.

Dengan akuisisi Aster ini, Chandra Asri Group semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi Indonesia dan memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap produk-produk kimia. Aster akan berperan penting sebagai pemasok utama produk kilang dan petrokimia untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia.

Melalui pemanfaatan kilang berkelas dunia dan pusat perdagangan Aster, Chandra Asri Group akan memastikan ketersediaan produk minyak bumi yang esensial serta menutup kesenjangan pasokan bahan kimia utama, termasuk MEG (Monoethylene Glycol), Polyols, dan berbagai monomer. Langkah ini akan memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Rebound Hari Ini, Ukuran 1 Gram Sentuh Rp1.721.000

Selain itu, optimalisasi perdagangan antara Indonesia dan Singapura akan menjadi elemen kunci dalam menciptakan sinergi. Kolaborasi dalam rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku seperti Naphta hingga penjualan silang produk kilang (Pygas & MTBE) serta produk petrokimia (Ethylene, Propylene, dan Raff-1), diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan pasokan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi kedua pasar.

Akuisisi ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Keuntungan yang dihasilkan oleh Aster akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk mendukung pengembangan Chandra Asri Group serta memperkuat neraca pembayaran Indonesia. Selain itu, ekspansi ini akan menciptakan sekitar 200 peluang kerja baru di Indonesia melalui pendirian perusahaan yang akan mengelola operasi backend Aster.

Ekspansi Chandra Asri Group di wilayah Asia Tenggara diharapkan dapat meningkatkan efisiensi ekonomi, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan di kawasan tersebut. Kemitraan yang kolaboratif dengan Glencore juga akan mendorong inovasi, pertukaran pengetahuan, dan transfer teknologi, yang pada akhirnya akan memperkuat kedua perusahaan.

Dengan memanfaatkan keunggulan operasional dan praktik-praktik terbaik, kemitraan ini akan memperkuat daya saing global Indonesia dan memposisikannya sebagai pemimpin dalam praktik industri yang progresif.

Gajah Tunggal (GJTL) Catat Kinerja Positif di 2024, Kantongi Laba Rp 1,19 Triliun

Berita Terkait

Tegas! Cina Balas Trump dengan Tarif Impor 34% ke Produk AS
Kinerja Emiten Grup Sinarmas: Analisis Mendalam dan Prospeksi 2025
Perang Dagang: China Balas, Harga Minyak Dunia Anjlok!
Efek Trump: Analisis Dampak pada Pasar Keuangan Global
KAI Group Catat Rekor: 16,2 Juta Penumpang Terangkut Saat Lebaran 2025
Tiket Pesawat Mudik Ludes Terjual: Harga Kelas Bisnis Melonjak Saat Arus Balik Lebaran
DPR Minta BI Amankan Rupiah dari Dampak Tarif Impor Amerika
Tarif Trump Ancam Bursa Saham Dunia: Investor Panik!

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 23:00 WIB

Tegas! Cina Balas Trump dengan Tarif Impor 34% ke Produk AS

Jumat, 4 April 2025 - 22:27 WIB

Perang Dagang: China Balas, Harga Minyak Dunia Anjlok!

Jumat, 4 April 2025 - 21:23 WIB

Efek Trump: Analisis Dampak pada Pasar Keuangan Global

Jumat, 4 April 2025 - 20:43 WIB

KAI Group Catat Rekor: 16,2 Juta Penumpang Terangkut Saat Lebaran 2025

Jumat, 4 April 2025 - 20:19 WIB

Tiket Pesawat Mudik Ludes Terjual: Harga Kelas Bisnis Melonjak Saat Arus Balik Lebaran

Berita Terbaru

Uncategorized

Lembah Pandawa Pasuruan: Temukan Keajaiban Alam Tersembunyi!

Jumat, 4 Apr 2025 - 23:40 WIB

travel

Whoosh Catat Rekor! 250 Ribu Penumpang Mudik Lebaran 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 23:27 WIB