RAGAMUTAMA.COM – Pernah kaget melihat tagihan air PDAM yang tiba-tiba melonjak? Jangan panik dulu! Salah satu kunci mengatasinya adalah memahami cara menghitung pemakaian dan biaya air. Dengan mengetahui perhitungannya, Sahabat Kompasianer yang budiman bisa menghitung pemakaian dan biaya air.
Bayangkan tetangga di samping rumah saya, Bu Siti yang terkejut saat melihat tagihan airnya naik drastis dari biaya Rp.200.000 menjadi hampir Rp.800.000 dalam satu bulan. Padahal aktivitas sehari-hari di rumahnya tidak berubah.
Setelah memeriksa, ternyata ada kebocoran kecil di pipa belakang rumah yang mengalir terus-menerus. Sayangnya, karena pipa tersebut tertanam di dalam tanah, kebocoran baru terdeteksi setelah tagihan melonjak.
Bu Sitipun akhirnya memanggil tukang ledeng untuk memperbaiki kebocoran, dan sejak itu tagihannya kembali normal. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya memeriksa instalasi air secara berkala agar tidak ada pemborosan yang tak terlihat.
Cara Menghitung Pemakaian air PDAM
Dengan mengetahui perhitungannya, Anda bisa mengontrol komsumsi dan menghindari tagihan tak terduga. Yuk, kita bahas caranya!
Biasanya, PDAM mengukur komsumsi air dalam satuan meter kubik (m³). Anda dapat memantau sendiri angka pemakaian melalui meteran air di rumah. Berikut langkah-langkah sederhananya:
Catat angka di meteran: periksa angka yang tertera pada meteran di awal dan akhir bulan.Hitung selisih: kurangi angka akhir dengan angka awal untuk mengetahui total pemakaian dalam m³.Cek tarif berlaku: setiap PDAM memiliki tarif yang berbeda dan sering kali bertingkat sesuai jumlah pemakaian.Kalkulasikan Biaya: Kalikan jumlah pemakaian dengan tarif yang berlaku. Jangan lupa memperhitungkan biaya administrasi dan pajak jika ada.
Sebagai contoh, jika awal bulan angka meteran menunjukkan 120 m³ dan akhir bulan menjadi 150 m³, maka pemakaian yang digunakan adalah 30 m³. Jika tarif dasar Rp.5000/ m³, maka tagihan pokoknya menjadi Rp.150.000, belum termasuk biaya lain-lain.
Tagihan air biasanya dihitung berdasarkan tarif progresif, yang artinya semakin banyak pemakaian, semakin tinggi tarif per meter kubik. Tarif ini bisa berbeda-beda tergantung daerah dan golongan pelanggan (rumah tangga, niaga, industri) dan lain-lain.
Misalnya, tarif PDAM untuk rumah tangga:
0-10 m³ → Rp 2.000/m³ 11-20 m³ → Rp 3.000/m³ Di atas 20 m³ → Rp 4.000/m³
Jika pemakaian air 30 m³, perhitungannya :
10 m³ x Rp.2.000 = Rp. 20.00010 m³ x Rp.3.000 = Rp. 30.00010 m³ x Rp.4.000 = Rp. 40.000
Total tagihan: Rp.20.000 + Rp.30.000+40.000 = Rp.90.000 (belum termasuk biaya administrasi atau pajak).
Mengapa Tagihan Bisa Membengkak?
Lonjakan tagihan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :
Kebocoran pipa: kebocoran kecil yang tidak terlihat mengakibatkan pemborosan.Pemakaian berlebih: Kegiatan ekstra seperti mencuci mobil atau mengisi kolam renang.Kerusakan meteran: Meteran yang rusak bisa mengukur komsumsi secara tidak akurat. Pentingnya Kesadaran Mengelola Pemakaian Air
Mengontrol penggunaan air bukan hanya berdampak pada penghematan biaya, tetapi juga menjaga kelestarian sumber daya alam. Kesadaran ini harus dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Misalnya, mematikan keran saat menggosok gigi, memperbaiki kebocoran secepatnya, atau menggunakan air bekas cucian untuk menyiram tanaman.
Dengan memahami cara menghitung pemakaian dan lebih peduli terhadap penggunaan air, kita tidak hanya menghindari tagihan yang membengkak, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Tips Menghemat Pemakaian Air
Agar tagihan tetap terkendali, bergantung pemakaian air yang kita gunakan sehari-hari. Selain menghindari berbagai penyebab lainnya seperti: terjadinya kebocoran pipa, mesin meteran air PDAM yang tidak berfungsi dengan baik. Ada beberapa tips yang bisa kita terapkan, sebagai berikut:
Gunakan shower bertekanan rendah: Mengurangi volume air saat mandi.Sirami tanaman di pagi atau sore hari: Menghindari penguapan berlebihan, dan melakukan penyiraman tanaman sesuai waktu yang tepat.Gunakan ember saat mencuci kendaraan: Mengurangi limbah air daripada menggunakan selang.Periksa rutin instalasi air: Pastikan tidak ada kebocoran tersembunyi yang menguras air tanpa disadari.
Dengan mengetahui pemakaian air, kita bisa lebih bijak dalam menggunakannya dan menghindari tagihan yang membengkak. Ingat, hemat air berarti menjaga lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran!