Jakarta, RAGAMUTAMA.COM – Inflasi makanan di Inggris kembali meningkat pada Maret 2025, didorong oleh lonjakan harga cokelat dan permen. Data Kantar mencatat inflasi bahan makanan mencapai 3,5 persen dalam empat minggu hingga 23 Maret, naik dari angka 3,3 persen bulan sebelumnya.
Meskipun perayaan Paskah masih di akhir April, masyarakat Inggris telah menghabiskan lebih dari 134 juta poundsterling untuk telur cokelat dan kudapan musiman lainnya. Angka ini menunjukan peningkatan hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lebih lanjut, sepertiga rumah tangga Inggris telah membeli hot cross buns, roti tradisional yang identik dengan Paskah.
1. Supermarket gencarkan promosi untuk menarik pelanggan
Supermarket di Inggris semakin gencar memberikan diskon untuk memikat pelanggan di tengah tekanan inflasi yang tinggi. Kantar mencatat total pengeluaran konsumen untuk produk promosi mencapai 2,6 miliar poundsterling, meningkat hampir 9 persen dibandingkan tahun lalu. Saat ini, barang diskon menyumbang 28,2 persen dari total penjualan supermarket—angka tertinggi dalam empat tahun terakhir.
“Dengan harga yang terus merangkak naik, supermarket menyadari pentingnya berinvestasi agar tetap menarik pelanggan ke toko mereka,” ujar Fraser McKevitt, kepala riset ritel dan konsumen di Kantar, seperti dikutip The Guardian, Rabu (2/4/2025).
Di sisi lain, meskipun tekanan ekonomi sedikit mereda jika dibandingkan puncaknya pada Oktober 2022, sekitar 22 persen masyarakat Inggris masih kesulitan secara finansial. Kenaikan harga bahan pokok seperti mentega dan produk olahannya semakin memberatkan rumah tangga. Menurut survei Kantar, kenaikan harga makanan menjadi kekhawatiran terbesar ketiga bagi masyarakat Inggris, setelah tagihan energi dan kondisi ekonomi negara secara keseluruhan.
Sebelumnya, industri ritel telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2012, hampir 40 persen dari total belanja bahan makanan berasal dari produk diskon, namun tren ini sempat menurun. Kini, persaingan ketat antar peritel telah menghidupkan kembali strategi promosi untuk menarik minat konsumen.
Bertemu Menlu Prancis, Sugiono Bahas Transisi Energi-Ketahanan Pangan
Bertemu Menlu Prancis, Sugiono Bahas Transisi Energi-Ketahanan Pangan
2. Lidl dan Ocado catat pertumbuhan pesat, Asda tersingkir dari persaingan
Persaingan di sektor ritel semakin sengit, dengan supermarket diskon dan platform daring mendominasi pertumbuhan pasar. Berdasarkan laporan Daily Mail, Lidl menjadi jaringan ritel fisik dengan pertumbuhan tercepat setelah mencatat lonjakan penjualan 9,1 persen dalam tiga bulan hingga 23 Maret. Pangsa pasarnya kini mencapai 7,8 persen, mendekati Morrisons yang memiliki pangsa pasar lebih besar.
Sementara itu, Ocado mencatat pertumbuhan terbesar secara keseluruhan dengan kenaikan penjualan 11 persen. Dengan pangsa pasar 2 persen, supermarket daring ini semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di pasar digital.
Sebaliknya, Asda mengalami penurunan penjualan 5,6 persen, menyebabkan pangsa pasarnya turun menjadi 12,5 persen. Penurunan ini terjadi meskipun mereka berupaya menarik kembali pelanggan melalui harga yang lebih murah dan peningkatan layanan di toko.
Namun, strategi tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. McKevitt menjelaskan bahwa pesaing utama Asda seperti Tesco, Sainsbury’s, dan Marks & Spencer justru semakin mengukuhkan dominasinya.
Keberhasilan Tesco dan Sainsbury’s dalam mempertahankan pelanggan terlihat dari kenaikan pangsa pasar mereka. Tesco mencatat peningkatan penjualan 5,4 persen, sementara Sainsbury’s tumbuh 4,1 persen. Aldi juga terus berkembang dan kini menguasai 11 persen pasar di Inggris.
3. Kafe supermarket sepi, konsumen semakin berhemat
Di tengah inflasi pangan yang terus meningkat, konsumen semakin cermat dalam mengatur pengeluaran. Salah satu dampaknya terlihat dari penurunan kunjungan ke kafe supermarket. Data Kantar menunjukkan bahwa jumlah pengunjung kafe di dalam supermarket berkurang 200 ribu dalam setahun terakhir. Saat ini, sektor ini hanya menyumbang 0,3 persen dari total belanja ritel makanan.
Beberapa peritel besar mulai mengambil langkah strategis untuk beradaptasi dengan tren ini. Pekan lalu, Morrisons mengumumkan penutupan 52 kafe di berbagai gerainya di Inggris. Beberapa supermarket lainnya bahkan beralih ke model bisnis baru dengan menggandeng operator eksternal untuk mengelola bisnis kafe mereka.
Kondisi ini mencerminkan perubahan pola belanja masyarakat Inggris. Meskipun konsumen masih bersedia mengeluarkan uang untuk produk musiman seperti cokelat Paskah, mereka tetap mencari cara untuk memangkas pengeluaran di sektor lain.
Tren ini juga sejalan dengan penyesuaian strategi bisnis oleh para peritel. Di tengah persaingan yang ketat, supermarket harus terus berinovasi dalam menawarkan promosi dan layanan agar tetap relevan di pasar yang dinamis.
Profil 3 Agrinas, BUMN Karya yang Banting Setir ke Pangan
Profil 3 Agrinas, BUMN Karya yang Banting Setir ke Pangan