Setelah perayaan Lebaran, pasar saham tetap dipandang sebagai opsi investasi yang menarik. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan pada minggu ketiga bulan Maret 2025, pasar menunjukkan resiliensi dengan pemulihan (rebound) yang signifikan pada hari perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3), mencapai level 6.510,62.
Menurut Andy Nugroho, seorang perencana keuangan, pasar saham bukan hanya sekadar pilihan investasi pasca-Lebaran, melainkan juga untuk investasi jangka panjang.
“Walaupun IHSG sempat tertekan, tetap ada saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga, memberikan peluang trading jangka pendek yang menguntungkan,” ungkap Andy kepada kumparan, Rabu (2/4).
Ia bahkan melihat koreksi IHSG sebagai kesempatan ideal bagi investor jangka panjang untuk memperkuat portofolio mereka dengan mengakumulasi saham-saham fundamental bagus dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dengan demikian, investor berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga di masa depan. Selain itu, kepemilikan saham juga memberikan potensi dividen, sehingga penambahan jumlah saham akan meningkatkan potensi pendapatan dividen,” jelas Andy.
Untuk investasi pasca-Lebaran, Andy menyarankan alokasi sebesar 10 persen dari pendapatan atau Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
“Pilihan investasi dapat disesuaikan dengan ketersediaan dana, atau dana dapat ditabung terlebih dahulu sebelum diinvestasikan. Apabila dana belum dialokasikan di awal, investasi tetap dapat dilakukan saat ini dengan persentase yang sesuai dengan kemampuan,” sarannya.
Senada dengan Andy, Mike Rini, seorang perencana keuangan lainnya, juga berpendapat bahwa pasar saham tetap relevan sebagai instrumen investasi pasca-Lebaran. Hal ini didukung oleh indikasi rebound IHSG pada hari perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran.
“Berdasarkan data historis kinerja, kita dapat menyimpulkan bahwa saham dapat menjadi pilihan investasi menarik setelah Lebaran, menawarkan potensi pertumbuhan nilai saham dalam jangka panjang,” kata Mike.
Selain itu, volatilitas IHSG belakangan ini menciptakan peluang capital gain bagi investor saham jangka panjang. Meskipun demikian, Mike menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan strategi investasi yang selaras dengan profil risiko masing-masing.
Dalam konteks investasi saham setelah Lebaran, Mike juga menyarankan agar investor melakukan evaluasi ulang terhadap portofolio mereka. Proses ini mencakup peninjauan kembali kinerja investasi sebelum Lebaran dan identifikasi aset yang berkinerja baik maupun yang kurang memuaskan.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.