Ragamutama.com JAKARTA. Di tengah gelombang kekhawatiran global terkait kebijakan tarif balasan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, harga emas melambung ke titik tertinggi sepanjang masa.
Ancaman inflasi dan perlambatan ekonomi yang ditimbulkan kebijakan tersebut mendorong investor untuk mencari aset lindung nilai (safe haven), dan emas menjadi pilihan utama.
Data Trading Economics menunjukkan harga emas spot mencapai US$ 3.131 per ons troi pada Selasa (1/4) pukul 15.55 WIB, setelah sempat menyentuh puncak US$ 3.148 di awal sesi perdagangan.
Sebulan Harga Emas Antam Naik 9,21 Persen, Hari Ini Terbang Tinggi (1 April 2025)
Tarif AS Picu Lonjakan Harga Emas
Yeap Jun Rong, analis pasar IG, menjelaskan bahwa antisipasi terhadap tarif balasan AS yang akan diterapkan pada 2 April telah memaksa investor bersikap lebih defensif.
Banyak yang mengurangi risiko investasi mereka dan beralih ke emas sebagai perlindungan terhadap potensi gejolak pasar.
“Meskipun indikator teknis menunjukkan harga emas mengalami kenaikan signifikan dalam jangka pendek, ketidakpastian seputar tarif kemungkinan akan terus menopang daya tarik emas. Para pembeli tampaknya menargetkan level US$ 3.200 sebagai sasaran berikutnya,” kata Yeap, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/4).
Trump, yang dikenal dengan penggunaan tarif sebagai strategi proteksi ekonomi domestik dari persaingan internasional yang dianggap tidak adil, berencana mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran pada Rabu (2/4) dalam apa yang disebutnya “Hari Pembebasan”. Kebijakan ini diklaim akan mencakup seluruh negara tanpa terkecuali.
Selain itu, pasar juga memperhatikan rencana penerapan tarif impor mobil yang akan berlaku mulai 3 April.
Update Grafik Harga Emas Antam, Bergerak Kemana? (1 April 2025)
Suku Bunga Rendah Mendukung Kenaikan Harga
Di samping ketidakpastian kebijakan tarif, ekspektasi suku bunga rendah juga menjadi faktor penguat harga emas.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang efektif terhadap ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi, terutama dalam kondisi suku bunga rendah.
Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menegaskan bahwa mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk sementara waktu memungkinkan pejabat bank sentral untuk menganalisis data ekonomi terbaru sebelum menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
Harga Emas Spot Cetak Rekor Tertinggi, Tarif Trump Dorong Daya Tarik Safe-Haven
Data Ekonomi AS Menjadi Fokus Pasar
Sepanjang pekan ini, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi AS, termasuk: data Lowongan Kerja (dirilis hari ini), Laporan Ketenagakerjaan ADP (Rabu, 3/4), dan Laporan Penggajian Non-pertanian (NFP) (Jumat, 5/4).
Data-data ini akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah kebijakan The Fed dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas ke depannya.