RAGAMUTAMA.COM – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengungkapkan perbincangan dengan Valentino Rossi selama jeda seri balap MotoGP 2025.
Bagnaia sedang membutuhkan bantuan teknis maupun non-teknis di tengah keraguan usai memulai musim yang tidak terlalu baik.
Sebagian pengamat mengklaim bahwa juara dunia MotoGP dua kali itu sebenarnya tidak buruk-buruk amat dalam memulai musim ini.
Bagnaia berulang kali memang tidak tampil mengesankan pada seri-seri balap yang dihelat di luar benua Eropa.
Namun, Bagnaia berada dalam posisi yang tampaknya akan terus dibanding-bandingkan dengan rekan setimnya yang baru, Marc Marquez.
Rekan setim yang akan menjadi rival dan pembalap pertama yang harus dikalahkannya.
Alhasil, Bagnaia dituntut untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Secara peringkat, pembalap asal Turin, Italia itu juga memang tidak terlampau jauh dari posisi puncak.
Akan tetapi, penampilan di lintasan sangat jelas terlihat kesenjangan antara Bagnaia dan Marquez.
Bagnaia harus rela finis dengan gap paling sedikit dua detik lebih daripada Marquez.
Pada balapan terakhir di Argentina, Bagnaia bahkan finis keempat dengan gap sampai 5,5 detik dari Marquez yang menang.
Tak hanya itu, Bagnaia bahkan juga selalu kalah dari Marquez bersaudara, termasuk Alex Marquez.
Meski begitu, Pecco tetap tenang dengan meminta saran kepada Valentino Rossi.
Menurutnya, saran-saran yang diberikan Rossi tidak pernah gagal.
“Kami selalu mengobrol, bahkan selama akhir pekan balapan,” kata Bagnaia, dilansir dari Corsedimoto.
“Hari Sabtu terasa menyenangkan di Ranch, karena kami mengobrol bersama dengan para rider lainnya.”
“Semua orang berusaha keras, jadi tujuannya adalah untuk kembali ke depan.
“Valentino percaya pada saya dan kami semua di Akademi, dia tahu potensi kami dan mencoba memberikan sudut pandangnya tentang segala hal.”
“Dia juga memberikan saran untuk mencoba berbagai hal dan dia tidak pernah salah, jadi saya akan mencoba melakukan beberapa hal,” tutur Bagnaia.
Bagnaia juga menganggap awal musim MotoGP 2025 bukan berarti awal yang buruk baginya.
“Jika kami memulai Kejuaraan Dunia di Qatar atau Portimao, segalanya akan berbeda,” ucap Bagnaia dilansir dari Motorsport.
“Namun, bukan berarti awalnya buruk, saya finis di podium dan keempat di kedua balapan.”
“Marc dan Alex hanya melakukan pekerjaan yang lebih baik,” ujar Bagnaia.