Ragamutama.com, JAKARTA — Wall Street mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Kamis (3/4/2025) waktu setempat. Sentimen negatif ini dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penerapan tarif impor baru terhadap sejumlah negara mitra dagang AS.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 anjlok 4,9%, Nasdaq 100 menukik 5,5%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 3,98% dalam sesi perdagangan tersebut. Penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq tercatat sebagai yang terdalam sejak tahun 2020.
Mary Ann Bartels dari Sanctuary Wealth memperingatkan bahwa jika kebijakan tarif Trump tetap berlaku, ekonomi AS akan mengalami perlambatan yang signifikan.
“Resesi atau tidak, yang pasti ekonomi menuju perlambatan di AS dan global. Satu-satunya tempat aman tampaknya adalah pasar fixed-income [surat utang],” ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Jumat (4/4/2025).
Investor kawakan AS, Bill Gross, dalam sebuah email yang dikutip Bloomberg, menyarankan agar investor menghindari upaya untuk membeli aset yang sedang anjlok (catch a falling knife).
: US$2 Triliun Lenyap dari Indeks S&P 500 setelah Pengumuman Tarif Trump
“Situasi ekonomi dan pasar ini mengingatkan kita pada tahun 1971 dan berakhirnya standar emas, namun dengan konsekuensi negatif yang jauh lebih cepat dan dahsyat,” tulis Gross.
Ian Lyngen dan Vail Hartman dari BMO Capital Markets menyatakan bahwa saat ini, ketidakpastian terbesar terletak pada seberapa jauh aksi jual (sell off) di pasar saham AS akan berlanjut.
“Dengan penurunan pasar saham yang berkelanjutan, kami memperkirakan yield surat utang juga akan mengalami penurunan serupa.”
: Miliarder dan Tokoh Dunia Komentari Tarif Trump: Bisa Rusak Ekonomi AS
Sementara itu, Irene Tunkel dari BCA Research meyakini kebijakan tarif Trump akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, yang pada akhirnya berdampak buruk pada pasar keuangan.
“Fase pertama adalah peningkatan ketidakpastian. Fase berikutnya adalah penurunan laba korporasi.”
Di pasar saham, saham Apple Inc. anjlok hingga 9,25%. Di sektor teknologi, saham Dell turun drastis 19%, HP jatuh 15%, dan Sonos merosot 17%.
Selain itu, Lululemon Athletica Inc. dan Nike Inc. mengalami penurunan lebih dari 12%. Target Corp. dan Dollar Tree Inc. juga mencatat penurunan lebih dari 10%.