RAGAMUTAMA.COM – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Banyuwangi, Jawa Timur, menerima laporan palsu terkait keberadaan ular berukuran besar. Petugas yang datang ke lokasi tak menemukan ular seperti yang dilaporkan.
Laporan itu menyebutkan adanya keberadaan ular berukuran besar di sebuah diler mobil di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, pada Selasa (25/2/2025).
Saat petugas tiba di lokasi, bukan ular yang didapat, melainkan ulah iseng seseorang yang tak diketahui identitasnya.
“Benar (ada laporan iseng), mengatasnamakan diler mobil di Jalan Brawijaya. Tapi setelah petugas tiba di sana, tidak ada pelapor,” kata Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, Selasa.
Yoppy mengatakan, petugas yang berusaha mengklarifikasi perihal laporan tersebut pun kesulitan sebab nomor yang menelepon petugas ternyata tidak bisa dihubungi.
Petugas Damkarmat Banyuwangi yang saat itu bertugas, Asnan, mengatakan bahwa laporan diterima sekitar pukul 10.23 WIB ke nomor telepon kantor. Seketika, lima personel yang piket segera bergegas dengan peralatan lengkap, termasuk di antaranya dilengkapi sarung tangan, penjepit, dan pengait ular, hingga keranjang yang bisa digunakan untuk evakuasi ular.
“Sampai diler ternyata kita di-prank. Karyawan yang di sana juga bingung,” ujar Asnan seraya tertawa.
Sebab, nomor yang menelepon ke nomor kantor Damkarmat Banyuwangi memang milik salah satu karyawan, namun karyawan tersebut tak ada di tempat sejak pagi, dan ketika diberitahu, karyawan tersebut juga mengaku kaget.
Sehingga kemudian para karyawan menduga, nomor tersebut telah diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.
Para karyawan di sana pun meminta maaf.
Asnan mengatakan, dia dan teman-temannya tak ambil hati perihal peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai peristiwa lucu.
Namun demikian, dia juga berharap kejadian serupa tak akan terulang kembali.
“Kami sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Kami selalu ikhlas. Tolong jangan memperdaya dengan memberikan laporan palsu,” pintanya dengan ramah.
Dikatakan Asnan, jika dilakukan, hal tersebut dapat berpeluang timbulnya kerugian bagi masyarakat.
Misalnya, ada benturan laporan sehingga petugas tak dapat maksimal menangani peristiwa yang seharusnya lebih membutuhkan penanganan.
Kini, nomor penelepon iseng itu tengah dilacak oleh pihak terkait dari Pemkab Banyuwangi untuk nantinya dilakukan proses lanjutan.
“Sedang ditangani Pemkab Banyuwangi bersama Telkom,” ujarnya.