Ragamutama.com – Masa depan Pedro Acosta di kancah MotoGP menjadi topik hangat, terutama dengan ketidakpastian yang menyelimuti tim KTM.
Isu mengenai perpindahan tim oleh Pedro Acosta terus bergulir, dan kini semakin banyak tim yang dikabarkan tertarik merekrutnya untuk MotoGP 2026. Tercatat, ada empat tim yang kini masuk dalam radar kemungkinan.
Pilihan logis pertama adalah tetap bersama tim Red Bull KTM Factory Racing, mengingat Acosta masih terikat kontrak hingga 2026.
Pembalap muda yang dijuluki “Hiu dari Mazarron” ini secara terbuka menyatakan kesetiaannya dan kesabarannya menunggu KTM memberikan motor yang kompetitif.
“Saya ingin menang, itu sudah pasti. Hubungan saya dengan KTM lebih dari sekadar hubungan profesional,” tegas sang pembalap, seperti dikutip RAGAMUTAMA.COM dari Motosan.es.
“Saya sudah mengenakan seragam ini sejak usia 14 tahun, dan musim panas ini saya akan berusia 21 tahun. Saya sudah menjadi bagian dari keluarga ini selama 7 tahun, jadi tidak mudah untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya yakin motor ini akan mencapai level yang dibutuhkan,” lanjutnya.
Namun, situasi keuangan KTM yang kurang stabil turut memperkeruh suasana.
Bahkan, muncul rumor tentang adanya klausul dalam kontrak Acosta yang memungkinkannya untuk mengakhiri kerja sama lebih awal jika KTM gagal menyediakan motor dengan performa memuaskan.
Opsi kedua yang muncul adalah Pertamina Enduro VR46 Racing Team, yang dianggap sebagai tempat ideal bagi Acosta untuk menyelamatkan kariernya.
Mencurigakan, Pedro Acosta Suruh Bos Pramac Racing Ngomong ke Manajernya
Jika prioritas utama adalah motor yang kompetitif, VR46 dengan dukungan Ducati seharusnya menjadi pilihan yang sangat menarik bagi Acosta.
Hubungan baiknya dengan pemilik tim, Valentino Rossi, juga akan mempermudah proses kepindahannya ke VR46.
Kehadiran Acosta juga dapat menjadi aset berharga bagi Rossi dalam persaingan dengan Marc Marquez yang berambisi mengejar rekor-rekornya.
Akan tetapi, VR46 juga telah memiliki pembalap-pembalap yang mapan, yang mungkin menjadi sedikit penghalang bagi terwujudnya kolaborasi dengan Acosta.
Tim ketiga yang santer dikabarkan tertarik adalah Honda HRC, yang dilaporkan bersedia membayar mahal untuk jasa Acosta dan sangat bertekad untuk kembali bersaing di jajaran atas MotoGP.
Jika bergabung dengan Honda HRC, Acosta berpotensi menggantikan posisi Luca Marini yang kontraknya akan berakhir di pengujung musim 2025.
Perkembangan Honda dalam tiga seri awal MotoGP 2025 menunjukkan hasil yang positif, dengan menempati posisi kedua dalam klasemen sementara konstruktor MotoGP 2025 dengan raihan 36 poin.
Performa motor RC213V terlihat mengalami peningkatan, dan tawaran finansial yang besar tentu menjadi daya tarik bagi pembalap muda seperti Acosta, meskipun ia berulang kali menegaskan bahwa uang bukanlah segalanya.
“Saya satu-satunya di paddock yang tidak terlalu memikirkan uang,” tegasnya.
Tim keempat, dan yang terbaru, adalah Pramac Racing, yang dipicu oleh percakapan antara Acosta dan Paolo Campinoti.
Dalam percakapan tersebut, Acosta meminta Campinoti untuk berbicara dengan manajernya, Albert Varela.
Spekulasi pun muncul bahwa percakapan tersebut membahas sesuatu yang penting, diduga terkait negosiasi untuk MotoGP 2026.
Keputusan apa yang akan diambil oleh Acosta? Mari kita nantikan bersama, karena bursa transfer pembalap diprediksi akan semakin menarik dalam beberapa minggu mendatang.