Ragamutama.com Kejutan terjadi di kubu Daejeon JungKwanJang Red Sparks saat pebola voli andalan mereka, Park Hye-min, angkat bicara mengenai peran tak terduga yang diembannya sebagai libero dalam laga krusial ketiga babak playoff Liga Voli Korea 2024-2025.
Sebagai informasi, Park Hye-min sejatinya adalah seorang outside hitter yang handal.
Namun, dalam sebuah momen mengejutkan, pemain yang identik dengan nomor punggung 10 ini tiba-tiba beralih peran menjadi seorang libero di tengah panasnya pertandingan melawan Suwon Hyundai E&C Hillstate.
Keputusan tak terduga dari pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar voli, terlebih karena Megawati Hangestri Pertiwi dan rekan-rekan setimnya tengah berada di bawah tekanan berat.
Red Sparks sempat mengalami kekalahan telak di set kedua dengan skor mencolok 12-25 dalam laga yang berlangsung di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, pada hari Sabtu (29/3/2025).
Libero utama Red Sparks, Noh Ran, terpaksa ditarik keluar lapangan karena cedera yang dideritanya sejak penghujung musim reguler.
Di sisi lain, libero pelapis, Choi Hyo-seo, tampil kurang maksimal ketika diberi kesempatan bermain di tengah tekanan yang begitu besar.
Playoff Liga Voli Korea – Pelatih Juara Bertahan Angkat Tangan, Serangan Megawati dan Red Sparks Tak Teratasi
“Saya merasa prihatin dengan (Choi) Hyo-seo,” ungkap Ko Hee-jin, sebagaimana dilansir dari The-Spike.
“Napasnya terdengar berat, dan ketika saya melihat ekspresi wajahnya, saya merasa akan sulit baginya untuk kembali bertanding.”
“Sebagai seorang pelatih, saya harus membuat keputusan. Ini bukan tim yang tepat untuk Hyo-seo saat ini.”
“Bukannya Hyo-seo tidak mampu, tetapi tampaknya sulit baginya untuk bermain dalam pertandingan dengan tekanan sebesar ini.”
“Oleh karena itu, saya harus mengambil keputusan,” jelas Ko Hee-jin.
Akhirnya, Park Hye-min dipilih untuk mengisi posisi libero dan mengenakan rompi berwarna biru sebagai pembeda dengan pemain lainnya.
Keputusan Ko Hee-jin sebenarnya cukup beralasan dengan menempatkan pemain bernomor punggung 10 ini di posisi spesialis bertahan.
Pasalnya, Park Hye-min juga dikenal sebagai outside hitter yang sering diturunkan untuk membantu dalam situasi penerimaan bola sepanjang musim ini.
Penampilan apik Park Hye-min, yang mampu mengembalikan keseimbangan dalam permainan Red Sparks, membuatnya terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Red Sparks berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20) sekaligus memastikan tempat mereka di babak final kejuaraan.
Park Hye-min mengungkapkan perasaannya setelah melewati pertandingan yang penuh tantangan tersebut.
“Tim kami seperti terbangun kembali hari ini. Kami sempat merasa putus asa,” ujar Park dalam konferensi pers, seperti yang dikutip dari Chosun.
Atlet berusia 24 tahun ini tidak ingin menghancurkan impian Red Sparks untuk melaju ke pertandingan kejuaraan.
Sementara itu, dalam laporan Yonhap News Agency, Park Hye-min mengungkapkan bahwa pelatih Ko Hee-jin memintanya untuk menjaga suasana di dalam tim tetap positif dan penuh semangat.
“Saya rasa pelatih memasukkan saya karena saya memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada Hyo-seo. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” kata Park.
“Saya mungkin tidak memiliki bakat yang luar biasa, tetapi saya telah mengumpulkan banyak pengalaman. Saya percaya pada hasil latihan yang telah saya lakukan.”
Park Hye-min juga menyatakan kesiapannya jika harus kembali bermain sebagai libero di babak final nanti.
“Rasanya mendebarkan sekaligus menyenangkan bisa berkontribusi untuk tim,” ucap Park.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu tim, baik itu dengan servis seperti yang biasa saya lakukan, bertahan di garis belakang, maupun bermain sebagai libero,” tegasnya.
Playoff Liga Voli Korea – Ko Hee-jin Tak Berhenti Bersyukur Punya Megawati, Tangis Pecah Bersama Kapten Red Sparks