Ragamutama.com Incheon Heungkuk Life Pink Spiders semakin dekat dengan gelar juara Liga Voli Korea musim 2024-2025.
Performa Pink Spiders luar biasa, baik secara permainan maupun mentalitas, terbukti saat menghadapi Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Mereka telah unggul dua kemenangan atas Megawati Hangestri Pertiwi dan timnya.
Satu kemenangan lagi akan mengantar Pink Spiders meraih gelar juara kelima mereka di Liga Voli Korea.
Ambisi mereka untuk mengalahkan Red Sparks sangat kuat, terutama mengingat catatan buruk di final sebelumnya.
Tiga kali berturut-turut, Pink Spiders gagal meraih gelar juara di babak pamungkas, selalu dikalahkan tim yang berbeda.
Kegagalan pertama terjadi pada musim 2020-2021.
Final Liga Voli Korea: Kim Yeon-koung Kecewa Berat, Red Sparks Gagal Juara di Leg Ketiga
Kala itu, Pink Spiders diperkuat Kim Yeon-koung yang baru kembali dari Turki. Namun, kehadiran bintang tersebut tak cukup mengantarkan kemenangan atas GS Caltex Seoul KIXX.
GS Caltex, dengan Lee So-young dan Kang So-hwi, dua pemain andalan timnas voli putri Korea Selatan, mengalahkan Pink Spiders dalam tiga pertandingan langsung.
Lee So-young kemudian bergabung dengan Daejeon JungKwanJang Red Sparks di musim 2022-2023.
Musim berikutnya, Pink Spiders kembali ke final setelah menduduki peringkat pertama klasemen reguler, tetapi dikalahkan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass meskipun sempat unggul dua kemenangan.
Musim lalu, mereka kembali menjadi runner-up setelah kalah dari Suwon Hyundai E&C Hillstate dalam tiga pertandingan langsung.
Motivasi Pink Spiders untuk juara musim ini sangat tinggi, terutama karena menjadi musim terakhir Kim Yeon-koung.
Kim Yeon-koung memimpin timnya meraih kemenangan dramatis atas Red Sparks lewat lima set setelah tertinggal dua set.
Musim 2024-2025 merupakan final kelima Pink Spiders secara beruntun; tiga di antaranya berakhir sebagai runner-up.
Gelar juara terakhir Pink Spiders diraih pada musim 2018-2019, sebelum Kim Yeon-koung kembali dari Liga Voli Turki, saat itu mereka diperkuat bintang voli Lee Jae-young.
Pelatih Marcello Abbondanza mengakui peran besar Kim Yeon-koung.
“Sulit memenangkan pertandingan ini tanpa Kim Yeon-koung,” ungkap Abbondanza setelah kemenangan kedua, seperti dikutip dari TheSpike. “Meskipun mendekati pensiun, pengaruhnya terhadap tim dan rekan setimnya luar biasa.”
“Bersama Kim Yeon-koung, Tutku juga tampil bagus dan memberikan pengaruh positif,” tambahnya.
Final Liga Voli Korea: Megawati Kembali Kalah, Ko Hee-jin Minta Maaf untuk Red Sparks