Ragamutama.comdia lokal menyebutkan penghapusan nama Anindya Bakrie dari daftar pemegang saham berpengaruh Oxford United.
Investasi Indonesia di klub Liga Inggris kasta kedua ini tampak semakin rumit.
Oxford United, yang dikenal sebagai klub milik Anindya Bakrie dan Erick Thohir, telah menjadi sorotan di Indonesia.
Keduanya menguasai 51 persen saham klub berjersey kuning tersebut sejak tahun 2022.
Sejak akuisisi tersebut, Oxford United kerap menjadi tempat berlabuh pemain Tim Nasional Indonesia.
Marselino Ferdinan, misalnya, bergabung pada bursa transfer musim panas lalu setelah dilepas KMSK Deinze.
Namun, kiprahnya di Oxford United hanya tercatat satu penampilan di Piala FA hingga akhir musim 2024-2025.
Selain Marselino, Anindya Bakrie juga mendatangkan Ole Romeny dengan biaya transfer termahal dalam sejarah klub pada Januari lalu.
Romeny, yang semula berkewarganegaraan Belanda, resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Februari.
Yuran Fernandes Bawa Ilmu dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika, Hasilnya PSM Berjaya di Asia Tenggara
Performa Romeny terbilang lebih baik, mencetak satu gol dari sembilan pertandingan di Divisi Championship.
Namun, kabar terbaru dari Kassam Stadium menimbulkan pertanyaan seputar investasi Indonesia di klub tersebut.
Dokumen perusahaan menunjukkan hilangnya nama Anindya Bakrie dari daftar pemegang saham berpengaruh.
“Dokumen yang dipublikasikan akhir Maret lalu menyatakan penghentian Anindya Bakrie dan Horst Geicke sebagai pihak yang memiliki kontrol signifikan di klub,” demikian laporan Oxford Mail.
CEO klub, Tim Williams, memberikan klarifikasi terkait kebijakan tersebut.
“Aturannya jelas: jika Anda memiliki 25 persen saham, Anda tercatat sebagai pihak yang memiliki kontrol signifikan,” jelas Williams.
“Jika Anda memiliki 25,1 persen, Anda masuk daftar. Jika kurang dari 25 persen, Anda dihapus. Sederhana seperti itu.”
“Kami melakukan peninjauan menyeluruh di tingkat korporasi untuk memastikan asal usul dana, alur dananya, serta potensi pengenceran kepemilikan saham.”
Pernyataan tersebut mengindikasikan kepemilikan Anindya Bakrie telah turun di bawah 25 persen.
Kata Yuran Fernandes Usai Bawa PSM Jungkalkan Utusan Vietnam di AFF Club Championship
Satu hal yang melegakan adalah CEO Williams masih berkomunikasi intensif dengan seluruh pemegang saham.
“Saya berkomunikasi setiap hari dengan para pemegang saham di Vietnam, Singapura, maupun Indonesia, dan semuanya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegasnya.
Jika memang pengaruh Bakrie berkurang di Oxford United, bagaimana dampaknya terhadap karier Marselino dan Romeny?