Ragamutama.com – Pengalaman kurang menyenangkan bernama mabuk perjalanan mungkin pernah menghampiri sebagian dari kita, terutama saat melakukan perjalanan mudik yang panjang.
Mabuk perjalanan lazim terjadi ketika seseorang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil pribadi, bus umum, travel, kapal laut, hingga pesawat terbang.
Orang yang mengalami mabuk perjalanan biasanya akan merasakan serangkaian gejala yang mengganggu, termasuk pusing kepala, perasaan mual yang tidak nyaman, kesulitan untuk tidur nyenyak, dan bahkan muntah-muntah.
Jika kondisi ini diabaikan dan dibiarkan berlarut-larut, pengalaman mudik yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi mimpi buruk, baik bagi individu yang bersangkutan, keluarga, maupun penumpang lainnya.
Lantas, bagaimana cara terbaik untuk mencegah mabuk perjalanan saat mudik agar perjalanan tetap nyaman dan lancar?
Tips efektif mencegah mabuk perjalanan tanpa bergantung pada obat-obatan
Citra Ariani, seorang dosen di Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan bahwa mabuk perjalanan, yang juga dikenal sebagai motion sickness, timbul akibat adanya ketidaksesuaian antara rangsangan visual yang diterima mata dan informasi keseimbangan yang diproses oleh telinga bagian dalam.
Gejala-gejala umum yang sering muncul sebagai akibat dari mabuk perjalanan meliputi mual, muntah, pusing berputar, keringat dingin yang berlebihan, napas yang menjadi lebih cepat, produksi air liur yang meningkat, serta perasaan umum tidak nyaman atau kehilangan keseimbangan.
Meskipun mabuk perjalanan dapat menyerang siapa saja, beberapa kelompok individu lebih rentan mengalaminya, seperti wanita, anak-anak berusia antara 2 hingga 12 tahun, dan orang-orang yang menderita vertigo atau migrain.
Citra menambahkan bahwa faktor-faktor hormonal, seperti siklus menstruasi atau kehamilan, juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mabuk perjalanan.
Sementara itu, faktor psikologis, seperti perasaan cemas atau ketakutan yang berlebihan terhadap perjalanan itu sendiri, juga dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan yang sudah ada.
Untuk mencegah terjadinya mabuk perjalanan, Citra menyarankan agar para pemudik memilih tempat duduk yang strategis saat menggunakan bus atau mobil.
“Untuk perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau bus umum, duduk di dekat jendela atau di kursi paling depan mobil dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan. Sementara untuk perjalanan udara, tempat duduk yang berada di dekat sayap pesawat lebih direkomendasikan,” ungkap Citra dalam keterangan resmi yang diterima oleh Kompas.com pada hari Senin, 24 Maret 2025.
Di sisi lain, mengemudikan kendaraan pribadi sendiri juga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya mabuk perjalanan dibandingkan hanya menjadi penumpang.
Apabila seseorang berperan sebagai penumpang di dalam kendaraan, disarankan untuk memfokuskan pandangan ke arah horizon, memastikan tidur yang cukup sebelum memulai perjalanan, dan minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah mabuk perjalanan adalah menghindari konsumsi rokok dan makanan berat sebelum melakukan perjalanan mudik.
“Distraksi, seperti terlibat dalam percakapan yang menyenangkan atau mendengarkan musik favorit, juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama perjalanan,” jelas Citra.
Citra juga merekomendasikan agar para pemudik mengonsumsi jahe untuk mencegah terjadinya mabuk perjalanan.
Jahe dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti permen jahe atau teh jahe hangat. Bahan alami ini dapat meminimalisir gejala mabuk perjalanan karena memberikan efek menenangkan pada sistem pencernaan dan saraf.
“Menghirup minyak esensial dengan aroma jahe, lavender, atau peppermint juga dapat membantu meredakan gejala mabuk perjalanan pada sebagian orang. Namun, perlu diingat bahwa aroma tertentu justru dapat memperburuk mabuk perjalanan pada sebagian orang lainnya,” terang Citra.