SEMARANG, RAGAMUTAMA.COM – Memasuki hari ketiga Lebaran, Rabu (2/4/2025), Kota Lama Semarang dibanjiri kunjungan wisatawan. Suasana riang gembira tampak mewarnai kawasan bersejarah ini.
Destinasi Wisata (DTW) yang sarat akan nilai sejarah dan arsitektur kolonial ini menjadi magnet utama bagi para pelancong yang ingin menikmati libur Lebaran di Jawa Tengah.
Para pemudik tak ingin melewatkan kesempatan untuk singgah dan menikmati berbagai aktivitas menarik yang ditawarkan Kota Lama Semarang. Dari menyewa kebaya tradisional, berpose di photobox kekinian, menjelajahi sudut-sudut kota untuk berfoto di antara bangunan-bangunan bersejarah, hingga menikmati festival dan wisata kuliner yang menggugah selera, bahkan staycation di hotel-hotel bernuansa klasik.
Keunggulan lain, DTW ini tidak mengenakan biaya masuk, kecuali biaya parkir kendaraan. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Stasiun Semarang Tawang, semakin memudahkan akses bagi para pengunjung.
Ade Arfianza (36), seorang warga Semarang yang telah lama merantau ke Jakarta sejak lulus SMA, mengaku langsung bergegas menuju Kota Lama Semarang setibanya di kampung halaman. Ia mengajak serta keluarganya yang berada di Semarang untuk menikmati keindahan kota ini.
“Baru sampai hari ini dan langsung ke Kota Lama. Kami sekeluarga bertiga dari Jakarta datang mengunjungi ibu di Semarang,” ujar Ade seusai berfoto di depan Gereja Blenduk yang ikonik bersama keluarganya, Rabu (2/4/2025) sore.
Ade mengungkapkan kekagumannya atas perubahan signifikan dalam pengelolaan Kota Lama Semarang. Ia mengenang masa remajanya ketika kawasan ini masih terkesan angker dan kumuh. Kini, bangunan-bangunan tua di sana tampak jauh lebih terawat, lingkungan bersih, dan pencahayaan yang memadai.
“Kota Lama sekarang jauh berbeda dengan zaman saya SMA dulu. Lebih bagus banget. Dulu kesannya angker, sekarang sudah jauh lebih baik, banyak kafe-kafe baru, restoran juga berkembang pesat. Tidak kalah dengan Malioboro karena mirip-mirip, wisatanya lebih tertata,” jelasnya.
Saat ini, bangunan cagar budaya di Kota Lama Semarang telah dimanfaatkan secara kreatif untuk pameran produk UMKM hingga coffee shop yang modern. Gereja Blenduk, salah satu ikon Kota Lama, juga baru saja rampung direnovasi, menambah daya tariknya.
Pilihan wisata kuliner pun semakin beragam, dengan munculnya kegiatan walking tour yang mengajak pengunjung menjelajahi berbagai sudut kota yang menarik.
“Saya baru datang ke Semarang dan langsung mencari kuliner khas seperti Sate dan Gulai Kambing 29, lalu mungkin ke Soto Bokoran, dan nasi goreng babat,” ungkap Ade, antusias.
Dia dan keluarga kecilnya berencana untuk menghabiskan waktu di Semarang hingga tanggal 6 atau 7 April 2025.
Di sisi lain, sebuah rombongan keluarga dari Kendal menyempatkan diri mampir ke Kota Lama Semarang untuk menyewa kebaya dan mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto di sekeliling kawasan wisata bersejarah ini.
“Kebetulan ada kunjungan silaturahmi dengan keluarga dan kerabat di Semarang. Saya asli Kendal. Saya melihat di Instagram ada sewa baju kebaya di Kota Lama yang menarik bagi saya,” kata Erohuki Agung (35), usai berfoto bersama delapan anggota keluarganya.
Ia mengaku baru pertama kali mencoba menyewa kebaya bersama seluruh keluarga dan berfoto dengan nuansa budaya Jawa di momen Lebaran yang istimewa ini.
Setelah mengenakan kostum sewaan, mereka berkeliling Kota Lama Semarang ditemani seorang fotografer selama 25 menit.
Selain rombongan tersebut, puluhan keluarga lainnya juga tampak antusias bergantian menyewa kebaya untuk mengabadikan momen berharga dengan biaya yang terjangkau. Harga sewa kebaya dibanderol mulai dari Rp 25.000 per orang untuk satu set pakaian.
Sementara untuk jasa foto, satu sesi berdurasi 25 menit dengan jumlah foto tak terbatas. Bagi wisatawan yang ingin mengklaim foto, dikenakan biaya Rp 5.000 per foto.
“Harga sewanya mulai dari Rp 25.000, banyak macam warna, sampai 8 warna dan juga punya banyak motif. Jadi, Rp 25.000 itu nanti kita sewakan selama 25 menit untuk keluar ke Kota Lama foto-foto, dan kita juga menyediakan fotografernya,” jelas Rusmanto, Pegawai Kolly Studio.
Sebagai informasi tambahan, gelombang wisatawan di Jawa Tengah selama libur Lebaran 2025 diprediksi mencapai 5 juta orang yang akan mengunjungi berbagai destinasi wisata (DTW).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Agung Hariyadi, menyampaikan bahwa prediksi tingginya jumlah wisatawan, terutama pada libur mudik Lebaran 2025, merupakan berkah bagi Jawa Tengah.
Sebab, diperkirakan 20 juta masyarakat akan mengunjungi Jateng pada Hari Raya kali ini. Disporapar memprediksi sebanyak 5 juta orang di antaranya akan berwisata di Jateng.
“Kami prediksi untuk kunjungan wisata di Jawa Tengah pada libur mudik, dari 20 juta yang melintasi ataupun yang menuju ke Jawa Tengah, 4,5 sampai 5 juta di antaranya akan berkunjung ke lokasi wisata,” tutur Agung saat dikonfirmasi, Jumat (28/3/2025).