Ragamutama.com Asa Francesco Bagnaia, sang pembalap Ducati Lenovo, untuk membendung laju kencang Marc Marquez di seri ketiga MotoGP Americas 2025 tampak semakin menipis.
Marc Marquez memiliki kans emas untuk melanjutkan dominasinya dan meraih kemenangan ketiga berturut-turut di Circuit of The Americas, Austin, Amerika Serikat, pada Minggu (30/3/2025).
Bahkan, pembalap kebanggaan Cervera, Spanyol, ini dinilai telah kembali ke puncak performanya, seperti yang ia tunjukkan pada musim 2019 silam.
Performa impresif Marquez ini membuat Manajer tim Ducati Corse, Davide Tardozzi, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Tardozzi mengungkapkan bahwa Marquez tampil sangat memukau setelah berhasil memenangkan Sprint MotoGP Americas 2025 dengan performa yang meyakinkan.
Marquez berhasil mencapai garis finis pertama dengan selisih 0,7 detik dari Alex Marquez (Gresini Racing) dan unggul 1,9 detik dari rekan setimnya sendiri, Francesco Bagnaia.
“Marc benar-benar tampil mengesankan. Menurut saya, levelnya sama dengan tahun 2019,” ungkap Davide Tardozzi kepada DAZN, seperti yang dikutip dari Motosan.
Pada musim 2019, Marquez mencatatkan salah satu musim terbaik dalam kariernya dengan meraih 12 kemenangan dan hanya sekali gagal finis di posisi kedua dalam 8 balapan lainnya.
“Dia (Marquez) sempat mengalami momen yang sedikit menegangkan di lap pertama, namun ia tetap tenang setelahnya.”
“Ia melaju kencang kapan pun ia mau, meninggalkan Pecco (Bagnaia) dan Alex dengan mudah,” imbuh Tardozzi.
Marc Marquez Berada di Level yang Berbeda, Pecco Bagnaia Perlu Mengatasi Adiknya Marquez yang Membuat Kagum Orang Kepercayaan Valentino Rossi
Di sisi lain, Tardozzi tidak menunjukkan optimisme yang sama terhadap Bagnaia seperti yang ia tunjukkan kepada Marquez.
Menurutnya, Bagnaia masih berpotensi membuat kejutan, tetapi dengan satu syarat: ia harus kembali melakukan start yang bagus seperti yang ia lakukan saat balapan Sprint.
Pada balapan Sprint, Bagnaia berhasil melesat dari posisi keenam dan sempat mengganggu Marquez di lap pertama.
Sayangnya, Bagnaia membutuhkan waktu untuk memanaskan mesinnya, sehingga ia tertinggal jauh dari kedua bersaudara Marquez yang lebih cepat menemukan ritme mereka.
“Pecco juga berpeluang memberikan kejutan besok, dan Alex juga tidak bisa diremehkan. Dengan start yang baik, mereka bisa bersaing,” kata Tardozzi.
Tardozzi menyadari bahwa motor yang digunakan Bagnaia belum sepenuhnya ideal untuknya.
“Setelah seri ketiga, mentalitasnya mengalami perubahan. Motornya memang belum sempurna untuknya, tetapi ia memiliki keyakinan. Itulah yang paling penting,” ungkap Tardozzi mengenai Bagnaia.
“Start dari posisi keenam, dia melakukan start yang sangat bagus dan bertarung dengan Marc dan Alex di lap pertama. Saya rasa Pecco sudah kembali ke performa terbaiknya.”
“Kami telah banyak berbicara dengannya (Bagnaia). Saya terkadang melakukan kesalahan dengan bersikap berlebihan, tetapi para pembalap sudah seperti anak saya sendiri.”
“Kami mencurahkan seluruh semangat kami untuk memastikan mereka bisa naik podium,” tegas bos tim yang dikenal paling ekspresif tersebut.
Starting Grid Moto2 Americas 2025 – Mario Aji Berhasil Meraih Baris Start Keempat, Bos Tim Junior Honda Berharap Masuk 10 Besar