RAGAMUTAMA.COM – Apa yang membuat seseorang bisa hidup hingga usia lebih dari satu abad? Jawabannya mungkin bisa ditemukan dari kisah inspiratif Maria Segunda Pérez perempuan asal Argentina yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-104 dengan penuh semangat dan cinta dari empat generasi keluarganya.
Dikenal dengan panggilan akrab “La Nonita”, Maria merayakan usianya yang ke-104 di sebuah panti jompo di Córdoba, Argentina, dikelilingi oleh anak, cucu, cicit, serta kehangatan keluarga.
Namun, bukan hanya usia panjangnya yang mengesankan, tetapi juga gaya hidup dan pandangan hidup yang ia jalani selama puluhan tahun terakhir.
Menurut cucunya, Marisa, rahasia utama dari umur panjang sang nenek adalah satu hal sederhana tapi sangat berdampak: berpikir positif. Maria percaya bahwa kebahagiaan dan ketenangan hidup tidak datang dari membandingkan diri dengan orang lain, melainkan dari fokus memperbaiki diri sendiri setiap hari.
“Jangan buang waktu membahas hal-hal yang bikin emosi. Hindari perdebatan soal politik atau agama,” begitu saran bijak Maria menurut cucunya.
Maria lebih suka berbicara hal-hal ringan, bersikap optimis, dan menjaga suasana hati tetap cerah. Sebuah filosofi hidup yang kini mendapatkan sorotan luas karena terbukti membantu menjaga keseimbangan mental dan emosional, terutama di usia lanjut.
Selain pola pikir positif, Maria juga menerapkan pola hidup sehat: menjaga pola makan dan tetap aktif bergerak. Meski tinggal di panti jompo, ia rutin berolahraga ringan dan aktif dalam kegiatan sehari-hari. Ia tak segan bercanda bahwa dirinya akan hidup sampai usia 200 tahun!
Hal ini selaras dengan berbagai studi kesehatan yang menunjukkan bahwa faktor gaya hidup seperti konsumsi makanan sehat dan rutin bergerak, memainkan peran besar dalam menentukan kualitas dan panjang umur seseorang—tak hanya genetik semata.
Menurut Healthline dan Eating Well, beberapa kebiasaan berikut dipercaya berkontribusi terhadap umur panjang:
-
Menghindari makan berlebihan
-
Mengonsumsi kacang-kacangan dan makanan tinggi serat
-
Rutin olahraga dan menghindari rokok
-
Mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah beri
-
Mengadopsi pola makan Mediterania, yang kaya akan sayuran, buah, ikan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
Ahli gizi Beth Stark bahkan menekankan pentingnya ikan berlemak seperti salmon karena kandungan omega-3 yang tinggi, yang mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian mendadak.
Tak hanya dari sisi fisik, kebahagiaan pun menjadi aspek krusial. Studi yang dipimpin oleh Profesor Andrew Steptoe dari Inggris menemukan bahwa individu yang merasa bahagia memiliki kemungkinan hidup 18% lebih lama dibandingkan yang tidak.
Studi tersebut juga mengungkap bahwa orang tua yang merasa hidupnya bermakna dan memiliki tujuan, cenderung memiliki kondisi fisik yang lebih baik. Kebahagiaan, secara tak langsung, dapat memengaruhi tekanan darah, hormon, dan sistem kekebalan tubuh.
“Kami melihat bahwa kebahagiaan berperan besar dalam meningkatkan kelangsungan hidup seseorang,” kata Profesor Steptoe.
Kisah Maria Segunda Pérez bukan hanya soal usia yang panjang, tetapi juga soal cara menjalani hidup. Dengan pola pikir positif, gaya hidup sehat, dan hati yang bahagia, ia membuktikan bahwa hidup berkualitas bisa dijalani dengan sederhana.