Megawati Kalah di Final: Red Sparks Minta Maaf Usai Ketiban Aib

- Penulis

Kamis, 3 April 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamutama.com Usai kekalahan di final Liga Voli Korea 2024-2025, pelatih Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Ko Hee-jin, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam.

Red Sparks kembali menelan pil pahit dalam laga kedua babak final Liga Voli Korea 2024-2025 yang berlangsung pada Rabu (2/4/2025).

Tim asuhan Ko Hee-jin harus mengakui keunggulan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders, yang kali ini bermain di hadapan pendukung sendiri.

Pertandingan sengit selama lima set penuh menjadi saksi bisu kekalahan Red Sparks dari Pink Spiders dengan skor 2-3 (25-23, 25-18, 22-25, 12-25, 12-15).

Hasil ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Red Force, julukan Red Sparks, yang kini harus berjuang lebih keras untuk membalikkan keadaan.

Red Sparks wajib memaksimalkan satu-satunya kesempatan tersisa di laga ketiga jika tak ingin perjuangan panjang mereka berakhir dengan kekecewaan mendalam.

Dalam pertandingan yang menegangkan tersebut, Megawati Hangestri Pertiwi, pemain andalan asal Indonesia, kembali menjadi motor serangan tim dengan sumbangan 25 poin.

Perolehan poin pemain asal Jember, Jawa Timur itu bahkan melampaui rekan setimnya asal Serbia, Vanja Bukilic, dengan selisih tiga poin.

Seusai pertandingan, Ko Hee-jin, sebagai pelatih kepala Red Sparks, tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan sedihnya atas kegagalan meraih kemenangan.

Final Liga Voli Korea – Di Tengah Pembalasan Dendam Pink Spiders yang Epik, Kim Yeon-koung Tetap Mendapat Pujian dari Pelatih Red Sparks

Baca Juga :  Kim Yeon-koung Menangis, Red Sparks Gagal Juara Liga Voli Korea: Leg Ketiga Berakhir Dramatis

Meskipun demikian, pelatih berusia 45 tahun tersebut mengakui bahwa para pemainnya telah memberikan yang terbaik, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

Ko Hee-jin juga menyoroti penurunan performa timnya di set ketiga dan keempat, di mana stamina mulai terkuras dan memberikan celah bagi Pink Spiders untuk berbalik unggul.

“Ini adalah pertandingan yang sangat krusial bagi kami,” ujar Ko Hee-jin, seperti dikutip RAGAMUTAMA.COM dari TheSpike.

“Para pemain telah berjuang sekuat tenaga dalam situasi yang sangat sulit.”

“Sayangnya, mulai dari set ketiga dan keempat, stamina mereka mulai menurun, dan tingkat keberhasilan serangan juga berkurang, yang akhirnya membuat kami kalah,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ko Hee-jin kembali menyampaikan permintaan maafnya, seperti yang ia lakukan usai pertandingan pertama, karena merasa belum mampu memaksimalkan potensi anak didiknya.

Ia merasa instruksi yang diberikan sudah lebih baik untuk laga kedua, namun penampilan gemilang Kim Yeon-koung dari Pink Spiders menjadi batu sandungan utama.

“Setelah pertandingan pertama, saya sudah meminta maaf karena belum bisa memberikan penampilan terbaik, namun hari ini situasinya berbeda,” kata Ko Hee-jin.

“Instruksi sudah baik, dan para pemain bermain sesuai dengan rencana, tetapi Kim Yeon-kyung (Pink Spiders) tampil sangat luar biasa.”

Baca Juga :  Top Skor Liga Voli Korea - Tingkat Keberhasilan Serangan Mega Paling Rendah, Blocking AI Peppers Jadi Momok Duo Red Sparks

“Dia bermain seperti Leo (Hyundai Capital, Kuba) di divisi putra, yang mampu melakukan serangan meskipun dihadang oleh tiga blok,” imbuhnya.

Ko Hee-jin juga merasa tidak enak hati sebagai pelatih karena Megawati dan rekan-rekannya harus menghadapi tantangan berat di babak final ini.

Meskipun demikian, ia bertekad untuk tidak membiarkan babak final, yang telah dinantikan Red Sparks selama 13 musim, berakhir dengan kekalahan telak.

“Saya tidak menyesal, tetapi saya merasa bersalah sebagai pelatih karena para pemain terlihat kesulitan,” kata Ko Hee-jin.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengakhiri fase championship pertama kami dalam 13 tahun terakhir dengan tiga kekalahan.”

“Kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan kepada Red Sparks, jika kami bisa memenangkan satu pertandingan saja, lawan juga pasti akan kehilangan stamina.”

“Jadi saya rasa kami masih bisa melangkah lebih jauh.”

“Sejujurnya, kondisi para pemain tidak terlalu baik, dan pasti sulit bagi mereka untuk menahan rasa sakit.”

“Namun, kami baru akan mengetahui dan memutuskan apakah mereka akan bermain pada hari pertandingan,” pungkasnya.

Final Liga Voli Korea – Red Sparks Tak Akan Menyerah, Ko Hee-jin Apresiasi Semangat Juang Megawati dkk, dan Siap Membalas Kekalahan di Kandang Sendiri

Berita Terkait

Bagnaia Tiru Strategi Marquez: Akui Kecerdasan Rekan Setimnya, Ganti Motor
Mantan Juara Dunia, Kento Momota, Pulang Kampung & Incar Jabatan Pelatih Timnas Bulu Tangkis Korea Selatan
Liga Spanyol: Banding Resmi Dilakukan atas Registrasi Dani Olmo
Quartararo Raih Kemenangan Perdana MotoGP: Sejarah Baru Usai Gantikan Rossi di Yamaha
Derby Milan Berakhir Imbang 1-1: Maignan Jadi Tembok Kokoh Pertahanan Rossoneri
Verstappen Beberkan Masalah Red Bull: Bukan Pembalap, Tapi Mobilnya!
Man City Tak Terbendung, Leicester Makin Terpuruk: 2-0 dan Rekor Buruk Van Nistelrooy Berlanjut
Real Madrid Raup Untung Triliunan Rupiah Usai Juarai Liga Champions!

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 09:36 WIB

Bagnaia Tiru Strategi Marquez: Akui Kecerdasan Rekan Setimnya, Ganti Motor

Jumat, 4 April 2025 - 09:11 WIB

Mantan Juara Dunia, Kento Momota, Pulang Kampung & Incar Jabatan Pelatih Timnas Bulu Tangkis Korea Selatan

Jumat, 4 April 2025 - 08:32 WIB

Liga Spanyol: Banding Resmi Dilakukan atas Registrasi Dani Olmo

Jumat, 4 April 2025 - 07:40 WIB

Quartararo Raih Kemenangan Perdana MotoGP: Sejarah Baru Usai Gantikan Rossi di Yamaha

Jumat, 4 April 2025 - 06:35 WIB

Derby Milan Berakhir Imbang 1-1: Maignan Jadi Tembok Kokoh Pertahanan Rossoneri

Berita Terbaru