RAGAMUTAMA.COM – Daejeon JungKwanJang Red Sparks hampir merayakan pesta lolos ke final Liga Voli Korea 2024-2025 tanpa sang kapten, Yeum Hye-seon, yang hampir tertinggal bus tim.
Peran Yeum Hye-seon dalam kelolosan JungKwanJang Red Sparks dari babak playoff Liga Voli Korea tidak bisa dikesampingkan.
Bagaimana tidak? Meski mengalami cedera lutut, Yeum tetap bermain hingga membantu Red Sparks menyingkirkan juara bertahan, Suwon Hyundai E&C Hillstate.
Sudah pincang sejak laga pertama lalu absen di laga kedua, Yeum kembali pada laga penentuan yang digelar di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3/2025).
Serangan Red Sparks yang sempat tumpul pada laga kedua pun kembali tajam sampai mampu mengemas kemenangan 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20) untuk ke final.
“Dia sedikit mendingan. Dia bersiap untuk bermain hari ini. Dia masih merasakan sakit pada lututnya,” ucap pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, sebelum laga, dilansir dari Star News Korea.
Peran Yeum sebagai setter memang sedikit tertutupi oleh ledakan dua meriam asing, Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic, yang menjadi tumpuan serangan tim.
Padahal Yeum merupakan setter veteran. Musim ini dia bahkan memecahkan rekor toss terbanyak di sektor putri pada Liga Voli Korea. Dia juga memimpin statistik set pada musim ini.
Dampak yang dibawa pemain berusia 32 tahun itu terasa pada laga kedua ketika serangan tim berulang kali dimentahkan tanpanya, termasuk dari Megawati.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, pun angkat topi.
“Koneksi mereka terlalu bagus …. Itu juga menunjukkan kenapa setter utama sangat penting,” ujar Kang Sung-hyung.
“(Yeum Hye-seon) memiliki akurasi bola yang berbeda dan kecepatan yang berbeda, jadi saya pikir Mega bermain jauh lebih baik daripada ketika pertandingan kedua.”
Mega mencetak 26 poin, paling banyak pada laga, dengan rasio serangan sukses yang meningkat dari 30 persen pada laga kedua menjadi 39 persen kali ini.
Apes, Yeum yang ibarat pahlawan tanda tanda jasa malah menjadi korban keusilan.
Saat rombongan tim Red Force hendak pulang ke Daejeon demi bersiap untuk pertandingan berikutnya, Yeum nyaris tertinggal. Kebetulan dia keluar belakangan.
Dalam siaran langsung di kanal Youtube Ddangkong Family, Yeum masih menari-nari dengan fan yang menunggu di luar sampai tidak sadar bus sudah berjalan.
Setelah diberi tahu para penggemar, Yeum pun panik dan berusaha untuk mengejar bus meski sambil terpincang.
Dibantu petugas stadion, Yeum akhirnya bisa bergabung dengan rekan-rekan setimnya. Sebagai informasi, saat dia ikut berangkat dengan tim, tidak diketahui apakah dia akan bermain.
Yeum sendiri tidak memiliki penyesalan meski harus memaksakan tubuhnya. Menjadi juara musim ini memang menjadi mimpinya.
Ketakutan pun sempat melanda Yeum saat Red Sparks dilanda badai cedera hingga tampil dengan skuad pelapis hampir di sepanjang putaran terakhir musim reguler.
Yeum sampai terlihat menangis di bahu, Han Song-yi, pemain Red Sparks paling senior musim lalu yang kini telah pensiun setelah laga melawan GS Caltex Seoul KIXX pada putaran keenam.
Kini, ujian besar lainnya telah berhasil dilewatinya dengan perjuangan.
“Saya harus melakukannya tak peduli hasilnya baik atau buruk,” ucap Yeum menjelaskan tekad yang dimilikinya, dikutip dari Chosun.
“Kalau tidak, saya tidak tahu kapan saya akan bermain lagi dengan mereka. Saya tidak akan tahu apakah saya akan mendapat kesempatan lagi untuk bermain di final.”
“Tim yang memenangi leg pertama dari babak playoff punya peluang 100 persen untuk ke final. Saya tidak ignin kami menjadi tim yang merusak catatan itu.”
Sejak era V-League dimulai pada 2005, tim yang memenangi laga pertama playoff memang selalu berhasil lolos ke fase puncak.
“Saya senang kami menang …. Fokus, keinginan untuk bermain, rasa lapar akan kemenangan, dan kerja sama membuat kami menang hari ini,” tukasnya.