Kisah Inspiratif Tara Zulfikar: Sineas Indonesia Taklukkan Industri Film Amerika

- Penulis

Minggu, 30 Maret 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“`html

Membangun karier di negeri orang bukanlah sebuah perkara sederhana. Inilah realita yang tengah dijalani Tara Zulfikar, seorang sineas berbakat asal Indonesia yang kini merajut asa di New York, Amerika Serikat.

Tara Zulkifar bertekad untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang menghampirinya sebaik mungkin. Meski penuh tantangan, alumni Tisch School of the Arts, New York University ini menjalaninya dengan hati penuh syukur dan semangat membara.

Sebagai seorang pembuat film yang begitu mencintai seni visual storytelling, Tara telah sukses menggarap Runaway, sebuah video musik yang dipersembahkan untuk musisi berbakat bernama Izzy Ravana dan mTwenty.

Dirilis pada Desember 2022, Runaway langsung menuai pujian di berbagai festival film ternama. Di antaranya, nominasi juri di National Film Festival for Talented Youth (NFFTY) 2023, serta penghargaan Best Music Video di Independent Shorts Awards dan Fusion Film Festival.

Sejak peluncurannya, Runaway telah disaksikan ribuan kali di platform YouTube dan berhasil menarik perhatian puluhan ribu penonton di Instagram, bahkan masuk ke dalam daftar Music Video Releases You Need To Check Out yang disusun oleh @loadingunderground.

“Proyek ini menjadi salah satu momen penting yang membuka wawasan saya tentang dinamika industri kreatif di luar Indonesia,” ungkap Tara dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran 2025: Rekomendasi 4 Wisata Air Terpopuler di Cilegon, Banten

Perjalanan Karier Tara Zulfikar di Dunia Film

Tara Zulfikar juga aktif berkecimpung di dunia sinematografi. Ia dipercaya sebagai Director of Photography untuk Skin Bodies, sebuah film pendek eksperimental yang disutradarai oleh seorang kreator muda asal Amerika, Ilina Bhatia, dan dikembangkan bersama Edith Saldanha, seorang penari, seniman, dan aktris dari Jerman.

Skin Bodies merupakan bagian pertama dari sebuah triptych performatif yang mendalami isu kekerasan struktural dan dampaknya terhadap tubuh manusia.

Proyek film ini didukung oleh Goethe-Institut München, Kulturfonds Stadt München, dan Stadt Salzburg. Saat ini, Skin Bodies tengah menantikan jadwal penayangan di berbagai galeri seni di Jerman, Belgia, dan New York City.

Melalui pendekatan visual yang intim dan penuh eksperimen, Tara memperoleh banyak pelajaran berharga tentang bagaimana sinematografi dapat menjelma menjadi sebuah alat ekspresi yang sangat kuat.

Sebagai seorang produser, Tara juga terus berupaya mencari pengalaman baru yang menantang. Salah satu proyeknya, Dinner With My Dead Son (2024), sebuah film pendek karya Ilina Bhatia, berhasil meraih penghargaan sebagai Best Experimental Film di Absurd Film Festival, Italia.

Baca Juga :  100 Hari Prabowo-Gibran, Investasi Apple Berhasil Masuk ke Batam WRAP

Film ini juga terpilih secara resmi untuk diputar di HollyShorts Film Festival, sebuah festival bergengsi yang memenuhi syarat untuk ajang Academy Awards.

Selain itu, Tara turut terlibat sebagai Unit Production Manager dalam film Double Happiness yang diproduksi oleh Rollin Studios dan disutradarai oleh aktris Amerika ternama, Shari Albert, yang dikenal melalui film The Brothers McMullen.

Proyek ini juga melibatkan sinematografer berbakat, Adam Kolodny, yang sebelumnya menggarap The Featherweight (2024), sebuah film yang tayang perdana di Venice International Film Festival ke-80.

Perjalanan Tara Zulfikar di dunia perfilman memang masih panjang dan sarat akan tantangan. Meskipun demikian, Tara berusaha untuk menikmati setiap momennya. Ia terus membangun jaringan koneksi, mencari proyek-proyek baru, dan tanpa henti mengasah kemampuan yang dimilikinya.

Bagi Tara, yang terpenting adalah ia dapat terus berkarya, terus berkembang, dan membawa perspektif uniknya sebagai seorang sineas muda Indonesia ke panggung global yang lebih luas.

“`

Berita Terkait

Garuda Asia Tantang Korea Selatan: Tiket Piala Dunia U17 Di Perebutkan
Final V-League Jumat: Reds Sparks vs Pink Spiders, Laga Sengit Perebutan Juara
Prediksi Pertandingan Sengit: Timnas U-17 Indonesia vs Korea Selatan, Tantangan Berat untuk Garuda Muda
Quartararo Raih Kemenangan Perdana MotoGP: Sejarah Baru Usai Gantikan Rossi di Yamaha
Staycation Nyaman & Aman: 10 Hotel Terbaik untuk Ibu Hamil di Yogyakarta
Pertolongan Pertama Mimisan: Posisi Tubuh Terbaik Agar Cepat Berhenti
Libur Lebaran 2025: Rekomendasi 4 Wisata Air Terpopuler di Cilegon, Banten
Libur Lebaran 2025: 4 Wisata Air Terpopuler di Cilegon Banten

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 12:24 WIB

Garuda Asia Tantang Korea Selatan: Tiket Piala Dunia U17 Di Perebutkan

Jumat, 4 April 2025 - 10:24 WIB

Final V-League Jumat: Reds Sparks vs Pink Spiders, Laga Sengit Perebutan Juara

Jumat, 4 April 2025 - 09:44 WIB

Prediksi Pertandingan Sengit: Timnas U-17 Indonesia vs Korea Selatan, Tantangan Berat untuk Garuda Muda

Jumat, 4 April 2025 - 07:28 WIB

Quartararo Raih Kemenangan Perdana MotoGP: Sejarah Baru Usai Gantikan Rossi di Yamaha

Jumat, 4 April 2025 - 02:36 WIB

Staycation Nyaman & Aman: 10 Hotel Terbaik untuk Ibu Hamil di Yogyakarta

Berita Terbaru