Kabar gembira datang dari UNESCO! Dewan Eksekutif badan dunia tersebut baru saja meresmikan Geopark Kebumen di Jawa Tengah dan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks (UGGs).
Pengumuman penting ini disampaikan saat Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada awal bulan April.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri RI pada hari Senin (15/4), sebanyak 58 negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO, termasuk Indonesia, sepakat secara konsensus untuk menyetujui 16 usulan Geopark baru. Usulan-usulan ini sebelumnya dinominasikan oleh UNESCO Global Geoparks Council dalam Sidang Konsil Geopark UNESCO yang diadakan pada bulan September dan Desember 2024.
Ke-16 Geopark yang baru ditetapkan ini berasal dari 11 negara, yaitu China (Geopark Kanbula dan Geopark Yunyang), Korea Utara (Gunung Paektu), Ekuador (Napo Sumaco dan Tungurahua), Indonesia (Kebumen dan Meratus), Italia (Mur), Norwegia (Fjord Coast), Korea Selatan (Danyang dan Gyeongbuk), Arab Saudi (Salma dan North Riyadh), Spanyol (Costa Quebrada), Inggris (Arran), dan Vietnam (Lang Son).
Dengan penambahan ini, jumlah Geopark di Indonesia yang terdaftar dalam UNESCO Global Geoparks menjadi 12. Sebelumnya, Geopark Batur, Geopark Belitong, Geopark Ciletuh, Geopark Gunung Sewu, Geopark Ijen, Geopark Maros Pangkep, Geopark Merangin Jambi, Geopark Raja Ampat, Geopark Rinjani Lombok, dan Geopark Kaldera Toba telah lebih dulu mendapatkan pengakuan.
“Status UNESCO Global Geoparks yang disandang oleh ke-12 Geopark Indonesia ini membawa konsekuensi berupa tanggung jawab besar untuk melestarikan, mengelola secara berkelanjutan, serta mempromosikan kekayaan geologis dan budaya yang kita miliki,” demikian pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI.
“Status prestisius dari UNESCO ini mengemban amanah penting untuk memperkuat komitmen Indonesia dalam hal perlindungan alam, pemberdayaan masyarakat lokal, dan edukasi berskala global. Lebih dari itu, hal ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga warisan bumi yang memiliki nilai universal bagi seluruh umat manusia,” lanjut pernyataan tersebut.