Ragamutama.com Alex Criville, mantan pembalap sekaligus pengamat, memberikan nasihat bijak kepada Jorge Martin menjelang MotoGP Qatar 2025. Ia menyarankan Martin untuk tetap tenang dan tidak terbebani oleh persaingan sengit antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
MotoGP Qatar 2025 di Sirkuit Lusail akan berlangsung pada 11-13 April mendatang.
Setelah melewati masa pemulihan cedera, Martin dijadwalkan kembali beraksi.
Pembalap Aprilia ini mendapat saran berharga dari Criville, yang dikutip Juara.net dari Motosan.es.
Criville menekankan pentingnya ketenangan bagi Martin, agar tidak terpengaruh oleh rivalitas Marquez dan Bagnaia.
Balapan di Qatar akan menjadi debut Martin bersama Aprilia dalam ajang balap resmi.
Oleh karena itu, hasil yang kurang memuaskan pun dinilai wajar.
Namun, Criville juga optimistis Martin mampu memberikan kejutan.
Luigi Dall’Igna : Setidaknya Kesalahan Marc Membuka Jalan untuk Pecco
“Jika saya menjadi Jorge, saya akan tetap tenang,” ujar Criville, seperti dilansir Juara.net dari Motosan.es.
“Dia harus datang tanpa tekanan. Semua orang tahu situasi saat ini.”
“Dia belum berlatih, motornya pun baru….”
“Jadi, dia hanya perlu menjajal motor dan menentukan setelan, tanpa ekspektasi tinggi.”
“Finis ke-15 pun tidak apa-apa. Tapi, saya rasa dia bisa mengejutkan kita semua dan masuk 10 besar.”
“Yang perlu diingat, Jorge adalah pembalap agresif. Di Jerez, saya rasa dia akan sudah menemukan ritmenya,” tambah Criville.
Sebelumnya, Martin absen di MotoGP Amerika yang penuh drama.
Bagnaia keluar sebagai juara setelah Marquez terjatuh, sebuah keberuntungan bagi Bagnaia.
Teori Pengamat soal Keanehan Crash yang Dialami Marc Marquez di MotoGP Amerika 2025
Criville juga mengomentari kekacauan di awal balapan MotoGP Amerika.
Ia mengaku belum pernah menyaksikan kejadian serupa sebelumnya.
“Dalam 17 tahun mengikuti balapan, saya belum pernah melihat yang seperti itu,” katanya.
“Sebelum balapan dimulai, dia berlatih mengganti motor, sehingga balapan dihentikan.”
“Dia tahu hujan akan berhenti dan balapan akan dilanjutkan dalam kondisi kering,” lanjut Criville.
Sebagai informasi tambahan, kekacauan tersebut dipicu oleh keputusan Marquez untuk mengganti motor menjelang start karena cuaca yang membaik.
Keputusan ini kemudian diikuti oleh pembalap lain, termasuk Bagnaia yang awalnya menggunakan ban basah.