Ragamutama.com Liburan Lebaran atau liburan sekolah menjadi momen ideal untuk menjelajahi pesona Kota Tua Jakarta. Terletak di Jakarta Barat, kawasan bersejarah ini selalu ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan dan masa liburan panjang.
Kota Tua menyimpan beragam bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang kini difungsikan sebagai museum-museum menarik. Selain tiket masuknya yang terjangkau, aksesibilitasnya pun mudah, dapat dijangkau dengan transportasi umum seperti KRL, TransJakarta, dan JakLingo.
Namun, perlu diingat bahwa hampir semua tempat wisata di Kota Tua tutup setiap hari Senin. Rencanakan kunjungan Anda di hari selain Senin untuk menghindari kekecewaan.
Berikut ini dua belas destinasi bersejarah di Kota Tua Jakarta yang sayang untuk dilewatkan:
1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Bangunan putih megah ini menjadi ikon pertama yang menyambut kedatangan para wisatawan. Dulunya menjadi balai kota Batavia, museum ini menyimpan beragam artefak pemerintahan Belanda, mulai dari perabotan, ilustrasi tokoh sejarah, hingga ruang penjara bawah tanah yang menyimpan kisah masa lalu.
2. Museum Wayang
Museum ini menyimpan kekayaan koleksi wayang dan boneka dari berbagai penjuru dunia, termasuk wayang golek, si gale-gale, dan boneka unyil. Bangunannya sendiri dulunya merupakan gereja pertama di Batavia, yang di dalamnya terdapat makam tokoh penting, termasuk Jan Pieterszoon Coen.
3. Toko Merah
Bangunan merah mencolok ini pernah menjadi kediaman Gubernur Jenderal Kota Batavia. Toko Merah juga menyimpan catatan kelam peristiwa pembantaian warga Tionghoa. Kini, bangunan bersejarah ini telah disulap menjadi kafe yang estetis.
4. Kanal Kota Tua
Terletak di seberang Toko Merah, kanal ini dulunya menjadi jalur lalu lintas kapal dagang Belanda. Kini, kanal ini menjadi daya tarik tersendiri, menawarkan keindahan dan menjadi spot foto yang menarik bagi para pengunjung.
5. Museum Bank Indonesia
Museum ini memamerkan sejarah perkembangan uang di Indonesia, mulai dari era kerajaan hingga masa kolonial. Dibuka untuk umum sejak 15 Desember 2006, museum ini juga merupakan cagar budaya yang penting.
6. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum ini menyimpan karya seni dari para maestro Indonesia sejak abad ke-10. Pengunjung juga dapat mencoba membuat keramik dari tanah liat dengan biaya tambahan.
7. Museum Bank Mandiri
Museum ini menampilkan koleksi mata uang kuno, surat berharga, brankas, dan peralatan perbankan kuno. Bangunannya sendiri dulunya merupakan markas sebuah perusahaan dagang Belanda.
8. Kantor Pos Kota Tua
Berada tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta, berdiri Kantor Pos pertama di Indonesia yang telah beroperasi sejak zaman VOC. Kantor pos ini didirikan oleh Gubernur Jenderal G. W. Baron Van Imhoff pada 26 Agustus 1746.
9. Pelabuhan Sunda Kelapa
Nama Sunda Kelapa telah dikenal sejak masa Kerajaan Pajajaran, namun pelabuhan ini mulai berfungsi sejak abad ke-5, di era Kerajaan Tarumanegara. Lokasinya yang strategis menjadikannya jalur perdagangan penting.
Ragamutama.comnara Syahbandar
Terletak di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, menara ini merupakan bagian dari Benteng Culemborg. Menara ini berfungsi sebagai menara pengawas dan kantor pajak untuk ekspor-impor.
11. Cafe Batavia
Berada tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta, kafe ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Cafe Batavia terkenal ramai pengunjung, terutama saat makan siang dan malam.
12. Museum Kebaharian Jakarta
Dulunya merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah milik Belanda, kini Museum Kebaharian Jakarta menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan kemaritiman Nusantara. (RAGAMUTAMA.COM/ Krisda Tiofani)