Ragamutama.com, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk., melalui Divisi Regional Jasamarga Metropolitan Tollroad, memberlakukan skema buka tutup secara situasional di Rest Area KM 97 Ruas Tol Cipularang-Padaleunyi pada Jumat malam, 4 April 2025. Tindakan ini diambil berdasarkan pertimbangan Kepolisian seiring dengan peningkatan signifikan volume kendaraan arus balik Lebaran 2025/1446 H yang mengarah menuju Jakarta.
Kepadatan lalu lintas terpantau mulai terasa sejak sebelum KM 97 hingga akses keluar Cikamuning di KM 116. Penutupan dilakukan secara fleksibel, dimulai pada pukul 19.00 WIB, dengan tujuan meminimalisir terjadinya penumpukan kendaraan di sekitar area rest area. “Para pengguna jalan yang berencana untuk beristirahat, kami arahkan menuju fasilitas rest area KM 88 atau KM 72,” jelas Agni Mayvinna, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad, dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Jumat, 4 April 2025.
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin timbul sebagai akibat dari penutupan sementara ini. “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan dari petugas di lapangan, dan merencanakan waktu serta rute perjalanan dengan seksama. Selain itu, pastikan saldo kartu elektronik mencukupi demi kelancaran perjalanan,” tutur Agni.
Kenaikan Volume Arus Balik
Tren peningkatan volume kendaraan telah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Data yang dihimpun pada Kamis, 3 April 2025, menunjukkan bahwa sebanyak 455.994 kendaraan telah kembali menuju wilayah Jabotabek dalam periode H-1 hingga H+1 libur Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025, yang berlangsung dari tanggal 31 Maret hingga 2 April 2025. Angka ini merupakan akumulasi dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Secara keseluruhan, volume lalu lintas yang kembali ke Jabotabek mengalami kenaikan sebesar 17,3 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal yang mencatat 388.634 kendaraan. Mayoritas kendaraan berasal dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), dengan jumlah total 215.044 kendaraan atau setara dengan 47,2 persen dari keseluruhan volume lalu lintas.
“Sementara itu, jumlah kendaraan dari arah Barat (Merak) tercatat sebanyak 128.694 kendaraan (28,2 persen), dan kendaraan dari arah Selatan (Puncak) mencapai 112.256 kendaraan (24,6 persen),” ungkap Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, melalui keterangan tertulis pada Kamis, 3 April 2025.
Pilihan Editor: Penjelasan Mengenai Potensi Pengenaan Tarif Trump Sebesar 32 Persen terhadap Indonesia, Sektor Apa Saja yang Terpengaruh?