RAGAMUTAMA.COM – Peredaran narkoba di Bali kian masif, tidak hanya melibatkan jaringan lokal, tetapi juga internasional.
Salah satu yang bermain adalah jaringan Rusia.
Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom saat menerima audiensi delegasi Rusia mengatakan banyak warga negara Eropa Timur itu ke Indonesia untuk berbagai kepentingan.
Pada 2023 lalu tercatat 40 ribu warga negara Rusia yang ke Indonesia, khususnya Bali.
Namun, kunjungan mereka ke Bali tidak sebatas berwisata, tetapi terlibat jaringan narkotika internasional yang merugikan Indonesia.
“Sangat disayangkan beberapa di antaranya justru terlibat dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujar Komjen Marthinus Hukom dilansir dari Antara.
Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala BNN RI saat menerima Wakil Menteri Dalam Negeri Rusia Zubov Igor, Kepala Kantor Sekretaris Negara Wakil Menteri Dalam Negeri Rusia Bogatyrev Vladimir dan Sekretaris Ketiga Kedutaan Besar Rusia di Indonesia Gainulina Elvira.
Komjen Marthinus Hukom mengatakan pertemuan antara BNN RI dengan Rusia bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam upaya pemberantasan narkoba melalui pertukaran informasi operasional dan pelatihan.
“Sejak tahun 2022, kami telah melakukan kesepakatan.
Seperti pertukaran informasi operasional tentang kejahatan narkoba dan program pelatihan baik dari segi investigasi, teknik pengawasan, maupun pemanfaatan teknologi,” kata Komjen Marthinus.
Komjen Marthinus menyambut baik kerja sama dengan pemerintah Rusia dan menyatakan komitmennya untuk terus menjalin sinergi dengan mitra internasional dalam menghadapi ancaman narkoba.
Sebelumnya, Indonesia dan Rusia telah meningkatkan kerja sama dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika, terutama yang melibatkan jaringan Rusia, melalui pertukaran informasi guna membantu penyelidikan.
Delegasi Rusia mengaku siap memberikan bantuan berupa teknologi dan program pelatihan guna memberantas peredaran narkotika.
Diharapkan audiensi kali ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan efektivitas upaya bersama dalam memerangi peredaran gelap narkotika internasional. (lia/JPNN)