Menabung dan berinvestasi merupakan langkah penting agar bisa mengelola keuangan untuk jangka panjang. Dua instrumen yang kerap dibandingkan adalah emas dan juga saham, sebab keduanya sama-sama menawarkan keuntungan yang berbeda sesuai dengan tujuan dan juga profil risiko yang mungkin dimiliki oleh setiap investornya.
Emas dikenal sebagai aset safe haven yang cenderung stabil dan dapat melindungi nilai dari kekayaan inflasi sementara. Saham menawarkan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi dalam jangka panjang, namun juga memiliki risiko yang besar. Oleh sebab itu, simaklah penjelasan berikut ini untuk mengetahui manakah yang lebih untung apabila berinvestasi melalui emas atau pun saham.
1. Emas lebih stabil dan cocok untuk jangka panjang
Salah satu keuntungan utama apabila memutuskan untuk menabung atau berinvestasi dalam bentuk emas adalah kestabilan yang dimiliki dalam menghadapi gejolak ekonomi. Hal ini karena harga emas cenderung naik dalam jangka panjang, khususnya apabila sampai terjadi inflasi atau pun ketidakpastian ekonomi global.
Perlu diingat bahwa emas memiliki sifat likuiditas yang cukup tinggi. sehingga mudah diperjualbelikan kapan saja tanpa memiliki banyak persyaratan. Hal ini juga yang membuat emas menjadi pilihan yang menarik bagi para investor apabila tertarik untuk menyimpan nilai aset mereka dengan risiko yang lebih minimal.
2. Saham memiliki potensi keuntungan lebih besar
Berinvestasi di saham ternyata menawarkan peluang keuntungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan investasi emas, khususnya apabila investor memilih perusahaan dengan kinerja yang baik. Untuk jangka panjang ternyata saham dapat memberikan keuntungan melalui adanya kenaikan harga dan juga pembagian dividen.
Saham ternyata memiliki volatilitas yang cukup tinggi, sehingga nilainya bisa saja mengalami kenaikan atau penurunan dalam waktu yang relatif singkat. Oleh sebab itu, investasi saham dinilai lebih cocok bagi mereka yang mungkin memiliki toleransi risiko lebih besar, serta strategi investasi yang cukup matang.
3. Emas memiliki keuntungan yang tidak sebesar saham
Walau emas dianggap sebagai aset yang stabil, namun kenaikan harganya cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan harga saham pada beberapa tahun. Nilai emas bisa saja tetap stagnan atau bahkan hanya meningkat sedikit, sehingga dianggap tidak optimal apabila kamu mencari keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat.
Emas tidak memberikan adanya pendapatan pasif, seperti dividen yang terdapat pada saham. Artinya keuntungan dari emas hanya bisa diperoleh apabila dijual pada saat harganya naik, bukan dari aliran pendapatan rutin yang mungkin diperoleh melalui periode waktu tertentu.
4. Saham memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan emas
Walau potensi memberikan keuntungan yang besar, namun saham ternyata memiliki risiko yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan emas. Hal ini karena nilainya bisa saja turun secara drastis akibat faktor ekonomi, kinerja perusahaan, atau kondisi pasar yang tidak menentu, sehingga hal inilah yang bisa menimbulkan masalah.
Investor saham mungkin perlu memiliki pengetahuan yang cukup terkait cara memilih saham yang tepat, serta memahami pergerakan pasar. Jika tidak, maka bisa berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperolehnya, sehingga tidak bisa sembarangan.
Menabung dalam bentuk kemasan saham sebetulnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Emas cocok untuk kamu yang mungkin mencari investasi stabil dengan risiko rendah, sedangkan saham menawarkan keuntungan yang jauh lebih besar, namun dengan risiko yang lebih tinggi. Jika memang ingin hasil yang lebih optimal, maka kamu bisa mempertimbangkan untuk mengombinasikan keduanya sesuai dengan tujuan keuangan!