JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melemah terbatas pada sesi perdagangan hari ini, Kamis (20/2/2025).
Pada penutupan bursa kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 6.873, atau naik 42,67 poin setara 0,62 persen.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve disebut akan mempertahankan tingkat suku bunga di tengah inflasi yang bergejolak.
Hal ini membuat investor dan pelaku pasar gelisah. Pasalnya tingkat suku bunga tidak melanjutkan penurunan setelah pada akhir 2024 sempat turun 100 basis poin.
Baca juga: IHSG Ditutup Turun di Bawah Level 6.800, Rupiah Melemah
Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia berpotensi membatalkan penerapan pajak minimum global sebesar 15 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengungkapkan, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan, dengan mempertimbangkan dinamika global sepertilangkah Presiden AS, Donald Trump, yang menarik AS dari kesepakatan pajak global setelah kembali menjabat.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 6.650–6.870,” kata dia dalam analisisnya, Kamis (20/2/2025).
Baca juga: Intip Prospek Saham GOTO di Tengah Demo Ojol soal Tuntutan THR
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi mengalami koreksi hingga area 6.625-6.700 apabila melemah di bawah support minor 6.772.
Namun demikian, tren naik sebelumnya dapat segera berlanjut menuju resisten 7.000-7.041 apabila IHSG tetap berada di atas 6.772.
“Level support IHSG berada di 6.772, 6.728, 6.613, dan 6.480, sementara level resistennya di 7.041, 7.174 dan 7.349. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral.,” terang dia.
Baca juga: Wall Street Menanjak, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Lagi
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari beberapa perusahaan sekuritas.
1. Pilarmas Investindo
– EMTK last price 630, support 600, resistance 655, target 650
– INDF last price 8.000, support 7.850, resistance 8.200, target 8.175
– MAPA last price 870, support 830, resistance 915, target 910
2. Binaartha Sekuritas
– AKRA take profit, support 1.030, resistance 1.260-1.470, target 1.260
– ANTM trading buy, support 1.430, resistance 1.575-1.685, target 1.575
– ASII hold, support 4.440, resistance 4.850-5.250, target 4.850
– BBNI buy on weakness, support 4.220, resistance 4.880-5.150, target 4.880
3. MNC Sekuritas
– ARNA buy on weakness 610-630, stop loss below 590, target 660-680
– CUAN buy on weakness 7.450-7.950, stop loss below 7.050, target 9.250-10.075
– ICBP buy on weakness 11.275-11.450, stop loss below 11.000, target 11.850-12.150
– TINS buy on weakness 990-1.020, stop loss below 975, target 1.075-1.095
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.