Banyak ibu baru yang memiliki keinginan untuk menurunkan berat badan setelah proses melahirkan.
Sangatlah umum jika sebagian besar orang merasa tidak sabar dalam menghadapi proses penurunan berat badan, yang seringkali dirasakan berjalan dengan sangat lambat.
Berbagai metode pun dicoba untuk mempercepat proses penurunan berat badan tersebut, termasuk mengonsumsi obat-obatan.
Fat burners atau yang dikenal sebagai obat pembakar lemak, dan sering juga disebut sebagai obat diet, mengandung berbagai jenis stimulan yang dirancang untuk mempercepat metabolisme tubuh serta menekan nafsu makan. Pertanyaannya, amankah bagi ibu menyusui untuk mengonsumsi obat diet?
Berikut ini Ragamutama.com telah merangkum informasi penting yang perlu Mama ketahui sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat diet saat menyusui, yang dilansir dari Livestrong:
Bahan yang Terkandung Dalam Obat Pembakar Lemak
Umumnya, obat pembakar lemak mengandung stimulan, termasuk kafein. Bahan umum lainnya yang sering ditemukan dalam obat pembakar lemak adalah fenilpropanolamin, yang berfungsi sebagai penekan nafsu makan.
Pada obat pembakar lemak yang diimpor dari luar negeri, seringkali terdapat kandungan ramuan ma huang atau ephedra. Meskipun bahan ini telah dilarang oleh FDA, namun masih banyak ditemukan dalam beberapa obat diet atau obat pembakar lemak yang dijual secara online.
Apakah Ibu Menyusui Boleh Minum Obat Diet?
Apabila Mama saat ini sedang dalam masa menyusui, obat pembakar lemak bukanlah jenis obat diet yang direkomendasikan. Kandungan bahan-bahan di dalamnya berpotensi bercampur dengan ASI Mama dan menjadi berbahaya jika dikonsumsi oleh bayi.
Terdapat beberapa bahan dalam obat pembakar lemak yang dapat masuk ke dalam ASI dan belum diuji secara menyeluruh pada bayi, seperti kafein dan ephedra. Oleh karena itu, masih belum diketahui secara pasti apakah bahan-bahan tersebut aman untuk dikonsumsi oleh bayi. Namun, besar kemungkinan bahan-bahan ini dapat membahayakan jika tidak sengaja dikonsumsi oleh bayi.
Bahaya Obat Diet bagi Ibu Menyusui
Tidak hanya berbahaya bagi bayi yang mengonsumsi ASI dari ibu yang minum obat diet, obat ini juga berpotensi menimbulkan bahaya bagi sang Ibu sendiri. Fenilpropanolamin, yang seringkali terkandung dalam obat diet, dapat menyebabkan stroke. Sementara itu, efedrin diduga dapat memicu tekanan darah tinggi dan kejang. Jika seorang ibu menyusui mengalami efek samping berbahaya dari obat-obatan ini, ia mungkin tidak dapat melanjutkan proses menyusui bayinya.
Obat Pembakar Lemak dan Dampaknya terhadap Produksi ASI
Obat diet mungkin tampak menarik karena dapat mempercepat metabolisme tubuh, sehingga Mama bisa menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Namun, obat pembakar lemak dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi ASI yang cukup. Padahal, ibu menyusui membutuhkan asupan energi ekstra untuk memproduksi ASI bagi bayinya.
Jika seorang ibu menyusui mengalami penurunan berat badan yang terlalu cepat akibat mengonsumsi obat pembakar lemak atau obat-obatan diet lainnya, tubuhnya mungkin tidak memiliki energi yang cukup untuk menghasilkan ASI dalam jumlah yang optimal.
Menyusui Membakar Kalori Ekstra
Jika Mama sedang menyusui, sebenarnya Mama tidak memerlukan obat-obatan diet dengan tujuan membakar lemak, lho, Ma. Tubuh Mama membakar kalori ekstra secara alami hanya dengan menyusui atau memompa ASI.
La Leche League International bahkan menganjurkan agar ibu menyusui mengonsumsi makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan kalori ekstra yang terbakar saat menyusui, bahkan jika ia sedang berusaha menurunkan berat badan. Energi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI sangat besar. Akibatnya, ibu yang menyusui akan mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibandingkan dengan ibu yang memberikan susu formula.
Cara Membakar Lemak bagi Ibu Menyusui tanpa Obat Diet
Daripada mengonsumsi obat diet, lebih baik makan dalam porsi kecil dan berolahraga secara rutin tiga hingga empat kali seminggu untuk membantu menurunkan berat badan dengan lebih efektif. Makanlah dalam porsi kecil sesering mungkin, karena cara ini dapat meningkatkan metabolisme tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.
Penting untuk diingat bahwa Mama membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan untuk menambah berat badan selama kehamilan, maka Mama juga akan membutuhkan waktu yang kurang lebih sama untuk menurunkannya. Hal ini bergantung pada metabolisme tubuh, seberapa sering Mama menyusui, dan tingkat aktivitas fisik Mama.
Itulah informasi penting mengenai keamanan mengonsumsi obat diet saat menyusui. Pada umumnya, ibu menyusui akan kembali ke berat badan normalnya dalam kurun waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun setelah melahirkan. Bersabarlah dan nikmati momen spesial ini bersama bayi Mama, ya. Yang terpenting adalah kesehatan Mama dan si Kecil senantiasa terjaga.
- 7 Menu Diet untuk Ibu Menyusui yang Aman selama Seminggu
- 7 Tips Diet Setelah Melahirkan yang Aman dan Efektif
- 5 Makanan Ini Pengganti Daging yang Berprotein Tinggi