Ragamutama.com BWF (Badminton World Federation) resmi meningkatkan status turnamen Hylo Open menjadi kejuaraan Super 500.
Keputusan peningkatan level ini diambil dengan tujuan memperketat persaingan sengit di benua Eropa.
Menurut penilaian BWF, Hylo Open dianggap telah memenuhi syarat untuk naik tingkat menjadi Super 500.
Terlebih lagi, turnamen yang diselenggarakan di Jerman ini telah menjadi bagian dari kalender tur dunia sejak tahun 1988.
“Hylo Open yang berlangsung di Jerman, akan ditingkatkan statusnya menjadi Super 500 dalam rangkaian HSBC BWF World Tour edisi 2025 dan 2026,” demikian bunyi pengumuman resmi dari BWF.
“Selain itu, Canada Open juga akan mengalami peningkatan status menjadi turnamen Super 300.”
“Penetapan Hylo Open sebagai pengganti turnamen Super 500 dinilai pantas.”
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan level kompetisi bulu tangkis di Jerman, khususnya, dan Eropa pada umumnya.”
“Hylo Open telah menjadi bagian dari kalender bulu tangkis dunia sejak tahun 1988.”
Kenneth Jonassen Ungkap Pendekatan Unik dalam Melatih di Malaysia
“Untuk penyelenggaraan Hylo Open 2025, turnamen ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 28 Oktober hingga 2 November,” lanjut pernyataan tersebut.
Sayangnya, tim Indonesia belum berhasil meraih gelar juara dalam dua edisi terakhir turnamen ini.
Pencapaian terbaik tim Merah-Putih di Saarbrucken terjadi pada tahun 2022.
Pada tahun tersebut, dua perwakilan Indonesia berhasil membawa pulang gelar juara.
Gelar pertama diraih oleh tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting.
Di babak final, ia berhadapan dengan pemain asal Taiwan, Chou Tien Chen.
Setelah kalah dengan skor 18-21 di set pertama, Ginting berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 21-11 dan 24-22.
Gelar juara lainnya dipersembahkan dari sektor ganda campuran.
Isu Konflik Internal Warnai Persiapan Malaysia Menuju Piala Sudirman 2025, Nova Widianto Beri Tanggapan
Rehan Naufal Kusharjanto, yang saat itu berpasangan dengan Lisa Ayu Kusumawati, berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan Thom Gicquel/Delphine Delrue.
Di partai final, mereka menghadapi pasangan kuat asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Pasangan Indonesia tersebut menunjukkan performa yang luar biasa dalam menghadapi lawan mereka.
Mereka berhasil memenangkan pertandingan dalam dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-15.
Sejak kemenangan tersebut, tim Merah-Putih belum berhasil meraih gelar juara lagi di Hylo Open.
Bahkan, pada edisi tahun 2024, Indonesia tidak mengirimkan perwakilannya ke turnamen ini.