Ragamutama.com JAKARTA. Perdagangan minyak mentah pagi ini, Jumat (4/4), menunjukkan koreksi harga yang berlanjut setelah penurunan tajam kemarin. Pada pukul 07.10 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2025 tercatat US$ 66,76 per barel, mengalami penurunan 0,28% dibandingkan penutupan kemarin di angka US$ 66,95 per barel.
Mengutip Bloomberg, penurunan harga ini terjadi sebagai dampak dari pengumuman tarif dagang baru oleh Presiden AS Donald Trump dan keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak mentah lebih signifikan daripada yang dijadwalkan sebelumnya.
Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di bawah US$ 67 per barel, setelah mengalami penurunan signifikan sebesar 6,6% pada Kamis (3/4). Sementara itu, harga minyak Brent ditutup mendekati US$ 70 per barel. Keputusan Trump terkait tarif baru, yang diumumkan beberapa jam sebelumnya, telah memicu kekhawatiran akan prospek ekonomi global, diperparah oleh peningkatan produksi OPEC+ yang tiga kali lipat dari rencana awal.
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 6%, Imbas Tarif Trump dan Peningkatan Pasokan OPEC+
Kedua faktor tersebut telah menimbulkan guncangan di pasar minyak mentah dunia.
Meskipun demikian, penurunan harga minyak berpotensi meringankan tekanan inflasi yang dihadapi bank sentral dan sekaligus memperkuat kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global.
“Tarif timbal balik yang diterapkan terhadap hampir semua mitra dagang utama AS berpotensi meningkatkan kekhawatiran akan resesi dan bahkan stagflasi, sehingga berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak,” jelas Tamas Varga, analis dari perusahaan pialang PVM Oil Associates, seperti dikutip Bloomberg.