JAKARTA, RAGAMUTAMA.COM – Fore Coffee, perusahaan rintisan kopi ternama dengan nama resmi PT Fore Kopi Indonesia, bersiap melangkah ke bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO). Rencananya, sebanyak 1,88 miliar saham akan ditawarkan kepada publik.
Emiten dengan kode saham FORE ini menetapkan harga penawaran awal di rentang Rp 160 hingga Rp 202 per saham. Potensi perolehan dana dari IPO ini mencapai Rp 379,76 miliar.
Vico Lomar, Direktur Utama Fore Kopi Indonesia, melihat potensi pasar kopi premium di Indonesia yang sangat menjanjikan. IPO ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk menangkap peluang tersebut.
Laporan Redseer Analysis memproyeksikan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) pasar kopi Indonesia hingga 11% dalam lima tahun mendatang, dengan potensi pasar mencapai US$ 12,6 miliar.
East Ventures Tegaskan IPO Fore Kopi (FORE) Bukan Strategi Keluar
“IPO ini akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang tersebut,” tegas Vico baru-baru ini.
Dengan tiga jenis gerai—flagship, medium, dan satellite—Fore Coffee mampu mengakomodasi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari tempat berkumpul hingga layanan pesan antar cepat.
“Selain itu, penggunaan aplikasi digital yang optimal meningkatkan efisiensi operasional, manajemen keuangan yang lebih baik, dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap pelanggan untuk respon pasar yang lebih cepat,” imbuhnya.