JAKARTA, RAGAMUTAMA.COM – Sebuah kejadian dramatis mewarnai persiapan start MotoGP Amerika 2025. Beberapa saat sebelum lampu hijau menyala, sejumlah besar pembalap tiba-tiba bergegas kembali ke paddock untuk melakukan pergantian motor secara mendadak.
Awal mula situasi ini adalah strategi yang diyakini Marc Marquez, yang memprediksi kondisi Sirkuit Austin akan berangsur-angsur mengering sepanjang balapan. Dugaan ini muncul karena sebelum para pembalap meninggalkan paddock menuju grid, sempat terjadi gerimis ringan.
Akibatnya, banyak pembalap yang awalnya memutuskan untuk menggunakan ban tipe basah (wet) dan motor yang disetel untuk kondisi balapan basah. Marc sendiri ingin mengganti motornya, namun ia menyadari bahwa jika ia melakukannya seorang diri, ia berpotensi terkena penalti ride through.
Maka, ia memutuskan untuk berlari menuju paddock dan mengganti motornya dengan motor yang disetel untuk kondisi kering (dry race). Tindakan Marc ini memicu reaksi berantai, di mana pembalap lain yang melihatnya secara spontan mengikuti jejaknya, berkeinginan untuk melakukan pergantian motor serupa.
Sesuai aturan yang berlaku, pembalap yang melakukan penggantian motor menjelang start seharusnya dikenakan penalti ride through atau harus memulai balapan dari pit lane. Akan tetapi, karena lebih dari sepuluh pembalap melakukan tindakan tersebut, Race Direction mengambil keputusan untuk menunda jalannya balapan dan memulai kembali dengan start normal.
Francesco Bagnaia dan Alex Marquez berpendapat bahwa kejelasan aturan dalam situasi seperti ini masih menjadi pertanyaan.
“Menurut saya, situasinya benar-benar membingungkan bagi semua orang. Kita memerlukan aturan yang lebih jelas mengenai hal ini, karena seperti yang dikatakan Pecco, aturannya tidak begitu tegas. Jujur saja, saya bahkan tidak tahu bahwa hal seperti ini mungkin terjadi. Saya hanya mengikuti tindakan pembalap lain. Jadi, kejelasan yang lebih baik sangat diperlukan,” ungkap Alex, seperti yang dikutip dari Crash.net, Kamis (3/4/2025).
“Jika mereka menunda start hanya karena kekacauan yang terjadi, itu bukanlah cara yang tepat. Jika hal itu diperbolehkan dalam peraturan, maka mereka harus melaksanakannya dan mengaturnya dengan lebih baik. Tidak adil jika ada pembalap yang mengambil risiko (dengan pilihan ban di grid) dan kemudian start ditunda. Bayangkan jika saya sudah menggunakan ban slick di grid. Itu tidak adil. Semuanya harus lebih jelas,” tegas Alex.
Bagnaia menempatkan dirinya pada posisi Enea Bastianini, Brad Binder, dan Ai Ogura, yang saat itu sudah siap dengan motor yang menggunakan ban slick.
“Jadi, saya bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka, mereka mungkin jauh lebih marah dengan kejadian tersebut,” kata Bagnaia.
Menanggapi insiden tersebut, Race Director Mike Webb berjanji akan melakukan evaluasi ulang terhadap regulasi yang ada.
“Kami akan menganalisis situasi ini bersama dengan tim dan meninjau kembali peraturannya,” janji Webb.