Direktur KOVO Ungkap Bukti Laptop di Final Liga Voli, Red Sparks Diuntungkan?

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 3 April 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamutama.com Pertandingan kedua final Liga Voli Korea 2024-2025 menyisakan bara kontroversi yang memanaskan suasana. KOVO (Federasi Bola Voli Korea) pun merasa perlu untuk memberikan penjelasan resmi.

Sorotan tajam tertuju pada momen krusial di penghujung set pertama laga antara Incheon Heungkuk Life Pink Spiders dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Incheon, Korea Selatan, pada hari Rabu (2/4/2025).

Pemicunya adalah raihan poin bagi Pink Spiders melalui serangan yang…

Kedua tim yang tengah bersaing ketat memperebutkan trofi juara, saling melayangkan protes terkait poin yang dihasilkan dari pukulan penyerang Pink Spiders, Jeong Yun-ju.

Jeong Yun-ju berhasil menyamakan kedudukan menjadi 24-24, menciptakan deuce dalam pertandingan yang sejak awal sudah menyuguhkan tensi tinggi.

Red Sparks kemudian mengajukan challenge, berargumen bahwa telah terjadi pelanggaran overnet sebelumnya.

Pemain yang dituding melakukan pelanggaran adalah setter Pink Spiders, Lee Go-eun, yang melakukan toss di area dekat net.

Final Liga Voli Korea – Sempat Puasa Gelar 16 Tahun, Idola Megawati Tak Mau Jemawa Berpesta di Markas Red Sparks

Pelanggaran overnet terjadi ketika seorang pemain menyentuh bola di wilayah lawan.

Tindakan ini hanya diperbolehkan saat melakukan blok (setelah serangan lawan) dan saat menyerang, dengan syarat sentuhan pertama terjadi di area permainan sendiri.

Meskipun secara sekilas tak terlihat adanya kesalahan dalam gerakan Lee Go-eun, challenge yang diajukan Red Sparks dinyatakan sah, sehingga set pertama dimenangkan oleh tim tamu.

Baca Juga :  Final Liga Voli Korea: Nostalgia Juara Red Sparks dan Tekanan Mental Rekan Megawati

Pink Spiders pun melancarkan protes keras. Sang pelatih, Marcello Abbondanza, beserta pemain bintang Kim Yeon-koung, tampak terlibat perdebatan sengit dengan wasit.

Pink Spiders membalas dengan mengajukan challenge, menyoroti potensi gangguan dari middle blocker Red Sparks, Jung Ho-young, yang dianggap menyentuh tangan Lee Go-eun.

Namun, upaya mereka menemui kegagalan.

Momentum pun berpihak pada Red Sparks, yang berhasil menggandakan keunggulan set dan hampir saja meraih kemenangan cepat.

Hampir saja. Pasalnya, ketika unggul 21-18 di set ketiga, tim Megawati Hangestri Pertiwi justru terkejar dan akhirnya menelan kekalahan dalam laga lima set yang mendebarkan.

Kekecewaan masih terasa di kubu Pink Spiders, meski pada akhirnya mereka berhasil memenangkan pertandingan dan semakin dekat dengan gelar juara.

“Sebuah keputusan dapat mengubah hasil dari pertandingan kejuaraan. Oleh karena itu, saya rasa kita harus sangat berhati-hati,” ujar Abbondanza seperti dilansir dari Chosun Sports.

KOVO dengan sigap mengambil langkah klarifikasi untuk meredam perdebatan yang mungkin timbul.

Direktur Operasional KOVO, Kim Se-jin, mengadakan konferensi pers dadakan setelah pertandingan, dengan membawa bukti-bukti yang mendukung keputusan perangkat pertandingan.

“Ini adalah keputusan faktual. Anda bisa melihat tangan Lee (Go-eun) kan? Itu overnet. Tidak ada yang salah,” tegasnya sambil memperlihatkan cuplikan pertandingan di laptopnya.

Kim Se-jin menjelaskan bahwa poin diberikan kepada Red Sparks karena tangan kanan Lee Go-eun (sebagian) melewati net sebelum bersentuhan dengan Jung Ho-young.

Dalam gambar yang ia tunjukkan, terlihat jelas bahwa sebagian jari tangan Lee memang melampaui garis net.

Baca Juga :  Liga Voli Korea - Bungkam Tim Mantan Kapten Red Sparks Bertabur Rp13,4 Miliar, Juru Kunci Mulai Berani Incar Kenaikan Peringkat

“Ini bukan situasi yang rumit. Kita menjadi lebih sensitif karena ini adalah pertandingan final, dan poin tersebut terjadi di akhir set,” jelasnya.

“Dari sudut pandang Heungkuk Life, mungkin terlihat berbeda karena resolusi (yang rendah) di layar besar.”

Kim Se-jin juga menanggapi argumen Kim Yeon-koung bahwa Lee Go-eun melakukan toss dengan dua tangan, sehingga mustahil melakukan overnet.

“Namun, tangan kanannya melewati net seperti ini,” pungkasnya.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Pink Spiders kini berada di posisi yang menguntungkan, dengan mengantongi dua kemenangan dari dua pertandingan pertama di babak final.

Dengan format kompetisi best-of-five, Kim Yeon-koung dan rekan-rekan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi dari tiga pertandingan yang tersisa.

Gelar juara dapat dipastikan sejak pertandingan ketiga yang akan digelar pada Jumat (4/4/2025) di kandang Red Sparks, yaitu Chungmu Gymnasium, Daejeon, Korea Selatan.

Sementara itu, Red Sparks, yang diperkuat Megawati, harus memenangkan tiga pertandingan untuk melakukan reverse sweep dan meraih gelar keempat bagi tim Red Force.

Kebangkitan semacam itu bukanlah hal yang mustahil.

Pada final musim 2022-2023, Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass berhasil menjadi juara setelah bangkit dari kekalahan di dua pertandingan pertama melawan… Pink Spiders.

Liga Voli Korea – Kutukan Runner-up Dimulai oleh Mantan Kapten Red Sparks, Megawati dan Rekan-rekan Dijadikan Pelampiasan

Berita Terkait

Chelsea Taklukkan Man City di Derbi London, Asa Liga Champions Terjaga
Messi Gagal Bersinar, Inter Miami Tersingkir di Perempat Final Liga Champions CONCACAF
Prediksi Marquez vs Bagnaia MotoGP 2025: Analisis Mendalam Checa dan Schwantz
Pedro Acosta: Ikuti Saran Schwantz, Tinggalkan KTM?
Marquez Akui Kesalahan, Minta Maaf Usai Kehilangan Posisi Teratas
Scott McTominay: Kisah Pilu, Salah Posisi di MU, Terbebani Bayang-Bayang Pogba
James Rodriguez Kecam FIFA: Leon Absen Piala Dunia Antarklub 2025
Bagnaia Tiru Strategi Marquez: Akui Kecerdasan Rekan Setimnya, Ganti Motor

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 12:52 WIB

Chelsea Taklukkan Man City di Derbi London, Asa Liga Champions Terjaga

Jumat, 4 April 2025 - 12:16 WIB

Messi Gagal Bersinar, Inter Miami Tersingkir di Perempat Final Liga Champions CONCACAF

Jumat, 4 April 2025 - 11:52 WIB

Prediksi Marquez vs Bagnaia MotoGP 2025: Analisis Mendalam Checa dan Schwantz

Jumat, 4 April 2025 - 11:27 WIB

Pedro Acosta: Ikuti Saran Schwantz, Tinggalkan KTM?

Jumat, 4 April 2025 - 11:23 WIB

Marquez Akui Kesalahan, Minta Maaf Usai Kehilangan Posisi Teratas

Berita Terbaru