Inovasi terbaru dari OpenAI kembali mencuri perhatian warganet. Kali ini, keunggulan dalam pembuatan gambar yang tertanam di GPT-4o memungkinkan para pengguna untuk mengubah potret diri menjadi sebuah karya animasi yang terinspirasi dari gaya khas Studio Ghibli, rumah produksi animasi Jepang yang sangat dihormati.
Pada hari Selasa (25/3) lalu, OpenAI secara resmi memperkenalkan generator gambar yang sangat canggih di dalam GPT-4o. Model ini memiliki kemampuan untuk menciptakan visualisasi yang sangat detail dan akurat, termasuk meniru ciri khas visual anime yang diciptakan oleh Studio Ghibli, studio yang melahirkan film-film ikonis seperti Spirited Away, My Neighbor Totoro, dan The Boy and the Heron.
Sejak pertama kali diluncurkan, fitur baru ini telah berhasil memikat perhatian khalayak luas. Para pengguna media sosial, dari warganet biasa hingga tokoh-tokoh berpengaruh, beramai-ramai mencoba dan membagikan hasil transformasi foto-foto mereka di berbagai platform seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok.
Foto-foto pribadi, momen bersama keluarga, bahkan pemandangan sehari-hari diubah menjadi sebuah karya seni yang memancarkan gaya visual khas Studio Ghibli.
Bahkan, CEO OpenAI, Sam Altman, turut meramaikan tren ini dengan mengunggah potret dirinya dalam gaya Ghibli melalui akun X pribadinya. Dalam unggahannya, Altman berkelakar mengenai bagaimana setelah bertahun-tahun mencurahkan upaya untuk membangun kecerdasan buatan yang sangat canggih, justru potret dirinya yang diubah menjadi karakter Ghibli yang membuatnya menjadi viral.
Selain itu, dalam menyikapi antusiasme publik terhadap tren ini, Sam mengungkapkan adanya tantangan teknis yang dihadapi oleh OpenAI. Ia menjelaskan bahwa tingginya permintaan dari pengguna menyebabkan tekanan yang signifikan pada infrastruktur sistem mereka.
“Sungguh menyenangkan melihat begitu banyak orang menikmati fitur gambar di ChatGPT, namun GPU kami hampir kewalahan,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X, seperti yang dikutip dari The Verge pada hari Jumat (28/3).
Lonjakan permintaan ini memaksa OpenAI untuk menunda akses generator gambar bagi pengguna ChatGPT versi gratis. Meskipun demikian, langkah ini dirasa belum sepenuhnya meringankan beban infrastruktur. Sam Altman mengindikasikan bahwa pengguna gratis akan segera dapat menghasilkan hingga tiga gambar per hari.
Pendiri Ghibli Dulu Pernah Menentang AI
Namun demikian, tren ini tidak hanya menuai respons positif. Sejumlah warganet dan kalangan profesional di industri animasi turut menyuarakan kekhawatiran mereka terkait isu etika dan hak cipta.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah sikap Studio Ghibli sendiri, yang belum memberikan pernyataan resmi terkait fenomena ini. Akan tetapi, pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, telah lama dikenal sebagai tokoh yang skeptis terhadap animasi berbasis AI.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada tahun 2016, Miyazaki bahkan menyebut animasi AI sebagai sesuatu yang “menjijikkan” dan “penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.”
“Saya tidak akan pernah berniat untuk memasukkan teknologi ini ke dalam karya-karya saya,” tegas Miyazaki, seperti yang dikutip dari IndieWire pada tanggal 13 Juni 2016.
Ilustrasi, Princess Mononoke (1997), anime Studio Ghibli (imdb.com)
Pernyataan ini kemudian digunakan oleh sejumlah warganet yang menentang penggunaan AI untuk meniru gaya seni khas Studio Ghibli. Aktris dan penyanyi Sheila Dara juga turut menyampaikan kekhawatirannya melalui akun X pribadinya.
“Sorry party pooper tapi ku sed (sedih) deh liat ghibli style bisa di-generate dengan AI ini… nyari style yang ikonik gitu kan pasti melewati proses kultivasi bertahun-tahun ya… trus ini emang ada consent-nya kah dari creator-nya…” tulisnya dalam unggahan di akun X resminya, @sheiladaisha, pada hari Kamis (27/3).
Selain perdebatan mengenai aspek etika, dimensi hukum juga menjadi perhatian utama. OpenAI mengklaim bahwa model AI mereka dilatih menggunakan data publik dan melalui kerja sama dengan pihak-pihak seperti Shutterstock.
Akan tetapi, banyak pihak mempertanyakan apakah AI memiliki hak untuk meniru gaya seni yang sangat unik tanpa adanya izin yang jelas dari pemegang hak cipta.
“Clear IP. kalau kita pasang musik Sony di youtube saja bisa kena copyright infringement, dan pilihannya adalah monetesasi income lari ke mereka, so case Ghibli juga harusnya bisa,” tulis seorang warganet di X pada hari Jumat (28/3).
Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba, fitur ini dapat diakses melalui ChatGPT versi premium, dengan langkah-langkah berikut:
- Unggah foto Anda ke ChatGPT versi premium.
- Gunakan perintah seperti “Ubah foto saya menjadi ilustrasi bergaya anime yang terinspirasi dari Ghibli.”
- Tunggu beberapa saat, dan foto Anda akan bertransformasi menjadi ilustrasi anime ala Studio Ghibli.
Namun, perlu diingat bahwa fitur ini hanya tersedia bagi para pelanggan layanan premium OpenAI. Anda dapat berlangganan paket ChatGPT yang memberikan akses ke GPT-4o, mulai dari paket ChatGPT Plus seharga US$ 20 atau sekitar Rp 331.000 per bulan, hingga ChatGPT Pro dengan biaya US$ 200 atau Rp 3.310.000 per bulan.