BWF Mau Ubah Sistem Skor Lagi, Kali Ini Percaya Diri Tak Akan Diboikot Para Legenda

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLASPORT.COM – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) kembali berencana melakukan perubahan sistem skor yang akan diuji coba mulai April sampai Oktober 2025.

Ambisi BWF untuk membuat kompetisi bulu tangkis tetap menarik dan lebih seru kembali muncul dengan rencana perubahan sistem skor.

Saat ini, format skor yang digunakan adalah best of three pada match point di angka 21, dengan poin maksimal setting di angka 30.

Beberapa kali penerapan perubahan sistem skor pernah dilakukan BWF pada 2018 dan 2021 dengan menguji coba format best of five dengan match point di angka 11.

Bahkan tahun lalu, di ajang level Kejuaraan Dunia Junior, juga sudah sempat diterapkan sistem relay point alias estafet untuk ajang beregu.

Baca Juga: Tradisi Juara Ganda Putra Indonesia dalam Ancaman Tetangga, Malaysia Mau Akhiri Paceklik 18 Tahun di All England Open 2025

Namun pada akhirnya BWF masih pakem dengan formati 21×3 karena beberapa legenda bulu tangkis dunia mengkritik sistem poin 11×5 atau relay justru tidak ‘enak’ dinikmati para penggemar.

Baca Juga :  Update Klasemen Voli Korea 17 Feb 2025 & Daftar Lolos Playoff

Hampir sebagian para legenda bulu tangkis dunia seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, hingga mantan tunggal putra nomor satu dunia asal Jepang Kento Momota, pernah mengeluhkan sistem skor 11×3 karena terlalu membosankan.

Untuk pemain bertipe reli, sistem tersebut mungkin akan menarik dan seru. Tetapi permainan bisa jadi monoton dan kurang cocok untuk tipe pemain yang agresif menyerang.

Indonesia sendiri memiliki beberapa pemain bertipe menyerang seperti Anthony Sinisuka Ginting yang sejauh ini dikenal sebagai pemain tercepat karena footworknya yang lincah.

Dengan berbagai pertimbangan yang telah dirundingkan, Dewan BWF pada 9 November 2024 lalu menyetujui untuk melakukan pengujian rencana sistem skor 15×3.

Mereka mengklaim, sistem skor yang kali ini dinilai akan lebih cocok bagi pemain tipe apapun, dengan keyakinan pada tiga hal.

Pertama, lebih menyuguhkan pertandingan menarik dengan laga lebih ketat karena jarak match point lebih pendek dari 21 tetapi tidak sependek dari 11.

Kedua, sistem skor 15×3 juga dinilai membuat laga lebih cepat selesai tetapi juga berimbang dan menarik.

Baca Juga :  Tes Pramusim MotoGP 2025 - Dijagokan Saingi Marquez tapi Cuma Dapat Posisi 17, Bagnaia Sindir Mereka yang Ragukan Dirinya

Adapun hal ketiga, dengan laga lebih pendek, jadwal bisa lebih terstruktur, penggemar tetap bisa menikmati fase per gim, dan terpenting adalah kondisi fisik pemain lebih bugar.

Mengacu pada tiga hal itu, BWF akan mulai menerapkan sistem skor 15×3 pada beberapa turnamen di tingkat nasional dan kompetisi liga di level kontinental (benua), turnamen Grade 3 ( International Challenge, International Series, Future Series) mulai April sampai Oktober 2025.

Selama periode tersebut, BWF juga akan meminta pendapat dari para anggota pengurus, Komisi Atlet, ofisial pertandingan dan para sponsor.

Hasil akhir dalam rencana perubahan sistem skor ini akan diumukan pada Rapat Umum Tahunan BWF pada 2026.

Format sistem skor 15×3 sendiri bukanlah format baru. Sistem skor ini sudah pernah diterapkan pada awal 2000-an di tunggal putra dan nomor ganda.

Sedangkan format 21×3 telah dikenalkan mulai 2006 sampai sekarang.

Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia di All England Open 2025 – Apriyani/Fadia Comeback, Ganda Campuran Berpotensi Semata Wayang

Berita Terkait

Ditahan Imbang Madura United, Pelatih Persib: Mereka ‘Parkir Bus’
Tunggal Putri China 17 Tahun Sebenarnya Gugup Sebelum Tumbangkan Tomoka Miyazaki dan Putri KW pada Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025
German Open 2025 – Wakil Indonesia Langsung Saling Sikut, Jafar/Felisha Diadang Unggulan Pertama
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona and Atletico Terus Melesat,Real Madrid Haram Terpeleset Lagi
Reaksi Media Belanda Lihat Selebriti Groningen Dinaturalisasi Indonesia
Ketum PSSI: Kompensasi Uang Shin Tae-yong Sudah Selesai, Kami Punya Harga Diri!
Shin Tae-yong Kembali ke Indonesia, OTW Kolaborasi dengan Raja YouTube Tanah Air?
Hasil Tinju Dunia – Kecapekan, Monster China Zhang Zhilei Kalah KO di Ronde 6

Berita Terkait

Minggu, 23 Februari 2025 - 12:17 WIB

Ditahan Imbang Madura United, Pelatih Persib: Mereka ‘Parkir Bus’

Minggu, 23 Februari 2025 - 11:47 WIB

Tunggal Putri China 17 Tahun Sebenarnya Gugup Sebelum Tumbangkan Tomoka Miyazaki dan Putri KW pada Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025

Minggu, 23 Februari 2025 - 11:47 WIB

German Open 2025 – Wakil Indonesia Langsung Saling Sikut, Jafar/Felisha Diadang Unggulan Pertama

Minggu, 23 Februari 2025 - 11:47 WIB

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona and Atletico Terus Melesat,Real Madrid Haram Terpeleset Lagi

Minggu, 23 Februari 2025 - 11:37 WIB

Reaksi Media Belanda Lihat Selebriti Groningen Dinaturalisasi Indonesia

Berita Terbaru

public-safety-and-emergencies

Update Kecelakaan Truk di Sungai Segati, 4 Orang Ditemukan Tewas, 11 Masih Dicari

Minggu, 23 Feb 2025 - 12:16 WIB

public-safety-and-emergencies

Pendidikan hingga Kesehatan, Ini Janji Eddy Raya untuk Warga Barsel

Minggu, 23 Feb 2025 - 12:07 WIB

entertainment

Sinopsis Film Suicide Squad, Misi Bunuh Diri Para Penjahat Super

Minggu, 23 Feb 2025 - 12:07 WIB