Ragamutama.com, JAKARTA — Sorotan tertuju pada dinamika kepemilikan saham bank-bank besar milik negara, seperti BBRI, BMRI, dan BBNI, seiring dengan adanya indikasi pengurangan investasi oleh investor asing. Pertanyaan mendasar pun muncul: bagaimana sebenarnya perbandingan antara komposisi kepemilikan asing dan lokal pada saham BBRI?
Berdasarkan laporan tahunan 2024 dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), atau yang lebih dikenal dengan BRI, proporsi investor asing secara kuantitatif mungkin terlihat relatif kecil. Namun, perlu dicatat bahwa volume lembar saham yang dikuasai oleh investor asing masih memegang peranan dominan.
Data menunjukkan bahwa jumlah investor asing, baik individu maupun institusi, yang memegang saham BBRI tercatat sebanyak 2.676 pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2024. Secara akumulatif, para investor asing ini memiliki sebanyak 47,03 miliar lembar saham BBRI, yang setara dengan 31,04% dari keseluruhan saham BBRI yang beredar.
Menariknya, angka-angka ini menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan dengan posisi pada awal tahun, tepatnya 1 Januari 2024. Pada periode tersebut, tercatat ada 2.772 pemegang saham asing yang berinvestasi di saham BBRI.
Pada awal tahun 2024, investor asing secara kolektif menggenggam saham BBRI sebanyak 55,40 miliar lembar, mewakili 36,56% dari total saham BBRI yang tersedia.
Beriringan dengan tren penurunan dalam jumlah investor asing dan volume saham yang mereka miliki, komposisi kepemilikan oleh investor lokal mengalami peningkatan. Pada tanggal 31 Desember 2024, tercatat sebanyak 650.574 pemegang saham lokal memegang saham BBRI dengan total 23,91 miliar lembar.
: : Dana Asing Mengalir Jelang Lebaran, Saham BBRI dan BMRI Paling Banyak Diburu
Jumlah saham yang dimiliki oleh investor lokal tersebut setara dengan 15,78% dari total saham BBRI. Sebelumnya, pada 1 Januari 2024, jumlah investor saham BBRI dari kalangan lokal tercatat sebanyak 329.185 pemegang saham, dengan kepemilikan sebanyak 15,53 miliar lembar atau 10,25% dari total saham BBRI.