Arthur Hayes: Bitcoin Bisa Sentuh Rp 4,1 Miliar Jika The Fed Berbalik Arah

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 3 April 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamutama.com – Sebuah prediksi yang cukup menghebohkan dilontarkan oleh Arthur Hayes, sosok yang dulunya memimpin bursa kripto Bitmex dan kini memegang kendali Maelstrom, sebuah perusahaan investasi yang berfokus pada tahap awal.

Dalam esai terbarunya yang dirilis pada Minggu, 31 Maret, Hayes menyampaikan pandangannya bahwa harga Bitcoin berpotensi meroket hingga mencapai USD 250.000 atau setara dengan Rp 4,1 miliar pada penghujung tahun 2025. Pemicunya, menurut Hayes, adalah kebijakan pelonggaran moneter (quantitative easing/QE) yang secara diam-diam telah kembali diterapkan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

“Teknologinya telah teruji dan berfungsi dengan baik, dan tidak ada perubahan signifikan dalam waktu dekat, baik yang bersifat positif maupun negatif. Ini berarti, harga Bitcoin saat ini hanya bergantung pada bagaimana pasar memprediksi ketersediaan fiat di masa depan,” jelas Hayes dalam analisisnya.

Ia berpendapat bahwa jika The Fed benar-benar bergeser dari kebijakan pengetatan (QT) ke pelonggaran (QE) dengan tujuan mendanai defisit fiskal yang semakin membengkak.

Maka, harga Bitcoin diperkirakan telah menyentuh titik terendah lokal di angka USD 76.500 atau setara dengan Rp 1,25 miliar pada bulan sebelumnya dan kini siap untuk mengalami kenaikan yang signifikan.

Baca Juga :  Tiket Kereta Lebaran Yogyakarta Ludes: KAI Daop 6 Umumkan Penjualan 93 Persen!

“Jika saya harus memilih, apakah Bitcoin akan kembali menyentuh angka USD 76.500 atau justru melampaui angka USD 110.000 terlebih dahulu, saya akan memilih opsi yang kedua,” kata Hayes.

Dalam tulisannya yang cenderung provokatif, Hayes menggambarkan sebuah skenario imajiner antara Ketua The Fed Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, di mana Powell seolah-olah ‘menyerah’ pada dominasi fiskal yang dibawa oleh Bessent.

Hayes menyebut era ini sebagai kembalinya “fiscal dominance”, yaitu sebuah situasi di mana bank sentral cenderung patuh pada agenda pengeluaran pemerintah, dan tidak lagi memprioritaskan pengendalian inflasi.

“Sekarang BBC—Big Bessent Cock—telah menundukkan Powell, The Fed akan kembali membanjiri pasar dengan mata uang dolar,” tulisnya dengan gaya bahasa yang khas, unik, dan lugas.

Hayes juga menyinggung pernyataan Powell yang disampaikan dalam konferensi pers Federal Open Market Committee (FOMC) pada tanggal 19 Maret lalu.

Baca Juga :  Sebulan Melompat 8,06%, Harga Emas Antam Hari Ini Mencorong (5 Februari 2024)

Pada saat itu, Ketua The Fed menyebutkan kemungkinan untuk melepas obligasi berbasis hipotek (mortgage-backed securities) tetapi tetap mempertahankan ukuran neraca keuangan mereka.

Menurut Hayes, hal ini mengindikasikan bahwa The Fed akan kembali fokus pada pembelian surat utang negara AS (Treasury), menandai perubahan dari QT menuju QE.

Selain itu, Hayes menyoroti komentar Bessent mengenai rencana untuk menangguhkan aturan supplementary leverage ratio yang berpotensi menurunkan imbal hasil obligasi negara sebesar 30 hingga 70 basis poin.

Jika hal itu terjadi, maka bank-bank komersial akan memiliki keleluasaan yang lebih besar untuk membeli obligasi pemerintah dan meningkatkan likuiditas di pasar.

Hayes juga baru saja menerima pengampunan (pardon) dari Presiden Donald Trump atas pelanggaran hukum anti pencucian uang yang pernah dilakukannya bersama rekan-rekannya di Bitmex.

“Kecepatan penyebaran modal akan meningkat atau menurun, tergantung pada seberapa akurat prediksi saya,” ujarnya mengakhiri esainya. “Namun, saya tetap meyakini bahwa Bitcoin berpotensi menembus angka USD 250.000 sebelum akhir tahun ini.”

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok Jumat Pagi: Dampak Kebijakan Tarif Timbal Balik Trump
Tarif Impor Trump: Emas Dunia Meroket, Ini Alasan Sebenarnya
Saham Apple Terjun Bebas, Wall Street Anjlok Terseret Sentimen Tarif Trump
Rekomendasi Beli Saham INCO dari Analis OCBC: Simak Alasan dan Potensi Keuntungannya
Harga Minyak Dunia Jatuh Drastis: Ancaman Tarif Trump & Lonjakan Pasokan OPEC+ Picu Krisis
Awas! IHSG Terancam Trading Halt Akibat Tarif Trump 32 Persen? Analisis Pengamat
Wall Street Terjun Bebas: Tarif Trump Ancam Resesi Global!
Ekonom Ungkap Kekhawatiran PHK Massal Akibat Kebijakan Tarif Trump

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 08:03 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Jumat Pagi: Dampak Kebijakan Tarif Timbal Balik Trump

Jumat, 4 April 2025 - 07:36 WIB

Tarif Impor Trump: Emas Dunia Meroket, Ini Alasan Sebenarnya

Jumat, 4 April 2025 - 07:31 WIB

Saham Apple Terjun Bebas, Wall Street Anjlok Terseret Sentimen Tarif Trump

Jumat, 4 April 2025 - 07:11 WIB

Rekomendasi Beli Saham INCO dari Analis OCBC: Simak Alasan dan Potensi Keuntungannya

Jumat, 4 April 2025 - 06:03 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh Drastis: Ancaman Tarif Trump & Lonjakan Pasokan OPEC+ Picu Krisis

Berita Terbaru

Cara Menyimpan File di Laptop Agar Tidak Hilang (Freepik)

RagamTips

Cara Menyimpan File di Laptop Agar Tidak Hilang

Jumat, 4 Apr 2025 - 09:18 WIB