Jakarta, IDN Times – Pergerakan rupiah di pasar spot melemah di awal perdagangan pada Kamis (13/2/2025). Mata uang Garuda dibuka pada level Rp16.381 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.376 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Bertenaga ke Level Rp16.376 per Dolar AS Sore Ini
Baca Juga: Rupiah Bertenaga ke Level Rp16.376 per Dolar AS Sore Ini
1. Mata uang di kawasan Asia bergerak variatif
Hingga pukul 09.20 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi, dengan rincian sebagai berikut:
- Bath Thailand menguat 0,22 persen
- Ringgit Malaysia menguat 0,02 persen
- Rupee India melemah 0,07 persen
- Peso Filipina melemah 0,11 persen
- Won Korea mengaut 0,11 persen
- Dolar Taiwan menguat 0,03 persen
- Dolar Singapura menguat 0,13 persen
2. Data inflasi AS di atas ekspektasi pasar
Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan rupiah pada pagi ini dipengaruhi oleh rilis data consumer price index (CPI) yang berada di atas ekspektasi pasar secara tahunan (yoy) atau 3,0 persen vs 2,9 persen.
“Hasil ini bisa memicu the Fed tidak akan memangkas suku bunganya lagi dalam waktu dekat. Ini bisa menahan dolar AS tetap menguat,” ucapnya saat dihubungi IDN Times, Kamis (13/2/2025).
3. Rupiah berpeluang menguat hari ini
Selain itu, berita soal penyelesaian perang Ukraina ikut memberikan sentimen positif bagi aset berisiko. Terlihat pagi ini sebagian indeks saham Asia bergerak positif.
“Indeks dolar AS terlihat menurun pagi ini ke level 107 dari sebelumnya di kisaran 108, yang mungkin disebabkan oleh berita baru soal Ukraina ini,” tuturnya.
Dengan demikian, ia memproyeksi rupiah berpeluang menguat hari ini ke arah Rp16.300 hingga Rp16.330 per dolar AS. Namun juga terdapat potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.390 per dolar AS hingga Rp16.400 per dolar AS.