KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat pada Selasa (11/2/2025) dan Rabu (12/2/2025).
BMKG menjelaskan, saat ini dinamika atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia dipengaruhi oleh Bibit Siklon 95W dan Siklon Tropis Taliah.
Bibit Siklon 95W terdeteksi di Samudra Pasifik Barat utara Papua Barat yang bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam).
Sedangkan Siklon Tropis Taliah berada di Samudra Hindia selatan Banten, bergerak ke arah barat-barat daya dengan kecepatan 50 knot (95,6 km/jam).
Kondisi atmosfer di Indonesia dalam sepekan ke depan juga dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin.
Angin Monsun Asia serta La Nina lemah juga masih menjadi faktor utama penyebab terjadinya hujan di wilayah Indonesia.
Analisis Outgoing Longwave Radiation (OLR) juga menunjukkan nilai negatif pada 9-11 Februari 2025, mengindikasikan semakin signifikannya potensi hujan di beberapa wilayah di Indonesia.
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Australia Bagian Utara, Selat Malaka bagian timur Aceh, Samudera Hindia sebelah barat Aceh, dan Laut Sulu.
Baca juga: Salju di Puncak Jayawijaya Diprediksi Hilang pada 2026, BMKG Ungkap Kerugiannya
Sirkulasi siklonik itu membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Pesisir Utara Australia Bagian Utara, Teluk Carpentaria, Laut Arafuru, laut Timor bagian selatan, Aceh, dan Kalimantan Utara.
Daerah konvergensi lain memanjang di Bali hingga Nusa Tenggara Timur di Sulawesi bagian tengah, Laut Jawa, Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian selatan, Papua bagian tengah, dan Papua Pegunungan.
Tak sampai di situ, ada daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut Cina Selatan, pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, di Samudra Hindia selatan Bali, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafura.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” bunyi keterangan BMKG dikutip dari laman resminya.
Kemudian, berdasarkan analisis kondisi lokal atau mikro menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat kondisi labilitas yang kuat di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Mengapa Badai Jarang Terjadi di Indonesia? Ini Penjelasan BMKG
Prakiraan hujan lebat BMKG pada 11-12 Februari 2025
Dilansir dari laman resmi, berikut prakiraan cuaca BMKG mengenai wilayah berpotensi hujan lebat pada 11-12 Februari 2025:
Selasa, 11 Februari 2025
- Hujan ringan:
- Sumatera Barat
- Jambi
- Kepulauan Riau
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Utara
- Gorontalo.
- Hujan sedang:
- Aceh
- Riau
- Banten
- Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua.
- Hujan lebat:
- Sumatera Utara
- DI Yogyakarta
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara.
- Hujan sangat lebat:
- Nihil.
- Hujan ekstrem:
- Nihil.
Baca juga: Ramai soal Kemunculan Awan Horizontal di Langit Yogyakarta, Benarkah Pertanda Gempa?
Rabu, 12 Februari 2025
- Hujan ringan:
- Sumatera Barat
- Jambi
- Kepulauan Riau.
- Hujan sedang:
- Aceh
- Riau
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Jakarta
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku.
- Hujan lebat:
- Sumatera Utara
- Banten
- Jawa Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua.
- Hujan sangat lebat:
- Nusa Tenggara Barat.
- Hujan ekstrem:
- Nihil.
Baca juga: Ramai soal Tak Ada Badai yang Melintasi Garis Khatulistiwa, Ini Kata BMKG