RAGAMUTAMA.COM, Keahlian lemparan ke dalam kini menjadi sebuah taktik yang diandalkan di berbagai tingkatan tim nasional Indonesia. Menurut laporan vnexpress.net, sebuah media ternama asal Vietnam, timnas Indonesia senior memiliki Pratama Arhan dengan kemampuan lemparan ke dalam yang khas. Sementara itu, tim U17 diperkuat oleh Fabio Azkairawan, yang lemparan ke dalamnya menjadi momok menakutkan, bahkan Korea Selatan pun menjadi korbannya di final Asia U17 2025.
Di menit awal masa perpanjangan waktu babak kedua, Azkairawan meluncurkan lemparan ke dalam yang kuat dari sisi kanan lapangan. Bola tersebut meluncur deras hingga seorang pemain Korea gagal mengantisipasinya dengan sempurna. Fandi Ahmad, yang berada di lini kedua, langsung menyambut bola dengan tendangan voli. Bola sempat membentur rekan setimnya, kemudian melambung ke arah gawang Korea, tetapi mengenai tangan kiri Kim Ji-seong. Tanpa ragu, wasit Jin Jingyuan menunjuk titik putih.
Evandra Florasta, dengan tenang menempatkan bola di titik penalti. Dengan kaki kanannya, ia menendang bola ke pojok kanan bawah gawang. Meskipun kiper Park Do-hun berhasil menebak arah bola dan menepisnya, gelandang lincah ini dengan sigap melompat dan menyambar bola rebound, memastikan gol untuk Indonesia. Gol tersebut memberikan keunggulan yang mengejutkan bagi tim Garuda Muda atas Korea. Florasta meluapkan kegembiraannya dengan berteriak keras dan berlari menuju sudut tiang bendera, di mana ia langsung dikerumuni oleh rekan-rekan setimnya, merayakan momen kemenangan yang membahagiakan.
Sepanjang pertandingan, Indonesia baru mendapatkan peluang emas pada menit ke-14. Mierza Fijatullah berhasil melewati jebakan offside di area tengah lapangan dan kemudian menggiring bola menuju kotak penalti. Sayangnya, kurangnya ketenangan membuatnya gagal memaksimalkan peluang tersebut, dan bola berhasil diamankan oleh kiper Park Do-hun.
Para pemain Korea meninggalkan Stadion Pangeran Abdullah Al-Faisal dengan raut kekecewaan yang mendalam pada malam tanggal 4 April. Sepanjang laga, mereka sebenarnya mendominasi permainan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang akurat menjadi masalah utama mereka. Dari total 21 tembakan yang dilepaskan, hanya tiga yang tepat sasaran.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi tim muda Korea melawan Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, pada tanggal 26 April 2024, Korea harus mengakui keunggulan Indonesia dengan skor 10-11 dalam drama adu penalti di babak perempat final Piala Asia U23 2024 di Qatar, setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Kegagalan tersebut mengakibatkan Korea gagal mendapatkan tiket ke Olimpiade untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.