Jakarta, RAGAMUTAMA.COM – Akibat kebijakan tarif impor resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, total kekayaan gabungan dari 500 individu terkaya di dunia dilaporkan menyusut secara signifikan, mencapai angka 208 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau setara dengan Rp3.443 triliun (dengan kurs Rp16.554 per dolar AS).
Analisis indeks kekayaan menunjukkan bahwa lebih dari separuh miliarder yang terdampak langsung oleh kebijakan ini mengalami kerugian finansial yang cukup besar, dengan rata-rata penurunan kekayaan mencapai 3,3 persen.
1. Dampak Kebijakan Trump Menyebar dari Facebook hingga Amazon
Menurut laporan Times of India pada hari Sabtu, 5 Maret 2025, Mark Zuckerberg, CEO Meta, mencatatkan kerugian paling besar dengan penurunan nilai saham Meta sebesar 9 persen. Penurunan tajam ini menyebabkan kekayaan Zuckerberg berkurang sebesar 17,9 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp296,32 triliun.
Tidak hanya Zuckerberg, Jeff Bezos, CEO Amazon, juga merasakan dampak serupa. Saham Amazon mengalami penurunan hingga 9 persen, yang merupakan penurunan terbesar sejak April 2022. Akibatnya, kekayaan Bezos menyusut hingga 15,9 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp263 triliun.
Kebijakan Tarif Impor AS Berdampak ke Industri EV Indonesia
Kebijakan Tarif Impor AS Berdampak ke Industri EV Indonesia
2. Elon Musk dan Para Pemimpin Industri Lainnya Ikut Terdampak
Kekayaan Elon Musk, CEO Tesla, tercatat turun sebesar 11 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp182 triliun, pada hari Kamis, 3 Maret 2025. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya saham Tesla sebesar 5,5 persen sebagai respons terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan.
Tobi Luke, Pendiri dan CEO Shopify, juga mengalami kerugian signifikan, kehilangan 1,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp24,83 triliun, karena harga saham perusahaannya merosot hingga 20 persen.
Bernard Arnault, bos LVMH, perusahaan pemilik merek mewah Louis Vuitton, melihat kekayaannya menyusut sebesar 6 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp99,32 triliun, setelah Uni Eropa (UE) dikenakan tarif sebesar 20 persen sebagai dampak kebijakan Trump.
Demikian pula dengan Zhang Congyuan, pendiri Huali Industrial Group Co, mengalami penurunan kekayaan sebesar 1,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp19,86 triliun, setelah Trump memberlakukan tarif sebesar 34 persen pada produk-produk China yang masuk ke pasar AS.
Nilai saham dari produsen alas kaki terkemuka seperti Nike Inc., Lululemon Athletica Inc, dan Adidas AG juga mencatatkan penurunan dua digit.
Trump Perpanjang Tenggat TikTok, Aplikasi Tak Jadi Dilarang
Trump Perpanjang Tenggat TikTok, Aplikasi Tak Jadi Dilarang
3. Guncangan di Pasar Global Akibat Kebijakan Trump
Kebijakan yang diambil oleh Trump telah menciptakan ketidakstabilan di pasar global. Dampaknya juga dirasakan di Wall Street, dengan indeks berjangka S&P 500 turun sebesar 3,6 persen, Dow Jones Industrial Average turun 3,4 persen hingga di bawah angka 40 ribu, dan indeks berjangka Nasdaq anjlok sebesar 4 persen.
Penurunan di pasar modal AS ini menjadi yang terburuk dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Situasi serupa juga terjadi di pasar modal Eropa, di mana indeks DAX Jerman turun sebesar 5 persen, CAC 40 Prancis turun 4,2 persen, dan FTSE 100 Inggris turun 3,8 persen.
Pasar di kawasan Asia pun tidak luput dari dampak negatif ini, dengan Nikkei 225 Jepang turun sebesar 2,8 persen, dan Kospi Korea Selatan turun sebesar 0,9 persen.