Vale Indonesia: 5 Aksi Jaga Air untuk Masa Depan Berkelanjutan

- Penulis

Sabtu, 5 April 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri pertambangan nikel memainkan peran krusial dalam memenuhi permintaan global akan material untuk teknologi canggih. Mulai dari baterai kendaraan listrik hingga produksi baja tahan karat, nikel merupakan elemen penting dalam berbagai aspek kehidupan modern. Akan tetapi, di balik kontribusi signifikannya, industri ini menimbulkan konsekuensi lingkungan yang substansial, terutama terkait dengan keberlanjutan sumber daya air dan peningkatan tingkat polusi di kawasan pertambangan.

Eksploitasi nikel berpotensi memicu pencemaran air akibat pelepasan limbah yang mengandung konsentrasi logam berat tinggi serta peningkatan sedimentasi. Proses ekstraksi, yang kerap melibatkan penggunaan bahan kimia, juga dapat mengancam ekosistem perairan jika tidak dikelola secara cermat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk menyeimbangkan antara pemanfaatan sumber daya dan pelestarian lingkungan hidup.

PT Vale Indonesia, sebagai salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia, telah mengambil inisiatif proaktif untuk mengatasi tantangan lingkungan ini. Berpegang pada prinsip Menambang Kebaikan, PT Vale Indonesia terus berupaya untuk menjaga kemurnian air dan menekan tingkat polusi sebagai bagian integral dari tanggung jawab sosial dan lingkungannya.

Berikut ini adalah beberapa implementasi nyata dari PT Vale Indonesia dalam melindungi lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan air dan pengendalian polusi. Lebih dari sekadar retorika, PT Vale Indonesia mewujudkannya melalui tindakan nyata!

Konservasi Darat, Laut, Udara ala PT Vale Indonesia

Konservasi Darat, Laut, Udara ala PT Vale Indonesia

1. Pengelolaan Air Limbah dengan Teknologi Mutakhir

PT Vale Indonesia telah membangun lebih dari seratus kolam sedimentasi di wilayah Blok Sorowako dengan tujuan mengontrol limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan dan fasilitas pengolahan. Kolam-kolam ini dilengkapi dengan dua instalasi utama pengolahan limbah cair, yaitu Pakalangkai Wastewater Treatment yang mulai beroperasi sejak tahun 2013, serta Lamella Gravity Settler (LGS) yang diimplementasikan pada tahun 2014.

LGS merupakan teknologi standar dalam proses penjernihan air dan diterapkan pertama kali dalam industri pertambangan di Indonesia. Teknologi LGS ini adalah hasil kolaborasi riset selama dua tahun dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Baca Juga :  Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Emiten yang Bakal Gelar Buyback

Sistem ini memungkinkan PT Vale Indonesia untuk mengolah limbah cair dengan efisiensi yang lebih tinggi sebelum melepaskannya kembali ke lingkungan. Melalui fasilitas ini, PT Vale Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 9 Tahun 2006.

2. Pemantauan Rutin dan Analisis Kualitas Air

Untuk memastikan bahwa kualitas air yang dikelola memenuhi standar yang ketat, PT Vale Indonesia secara berkala melakukan pemantauan dan analisis efluen bekerja sama dengan laboratorium independen yang terakreditasi. Analisis ini menggunakan metode SNI 6989.59:2008 serta standar American Public Health Association (APHA), yang diakui secara internasional. Data pemantauan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa kualitas efluen yang dihasilkan PT Vale senantiasa memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu, PT Vale Indonesia juga secara periodik melakukan pemeriksaan kualitas air danau dengan menggandeng lembaga independen. Hasil pengukuran kadar TSS (Total Suspended Solids) dan Cr6+ (Kromium Heksavalen) di Danau Matano dan Danau Mahalona senantiasa berada jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan. Sebagai contoh, kadar TSS di Danau Matano pada tahun 2023 tercatat hanya 5 mg/L, jauh di bawah batas maksimal 50 mg/L yang diizinkan.

3. Efisiensi Konsumsi Air

PT Vale Indonesia mengadopsi kebijakan efisiensi penggunaan air serta pengurangan beban pencemaran air limbah dalam setiap ton nikel yang diproduksi. Pada tahun 2023, total konsumsi air mencapai 7.561.108 m³, yang menunjukkan penurunan sebesar 11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini membuktikan efektivitas strategi efisiensi yang diterapkan dalam operasional perusahaan.

Selain itu, nilai intensitas konsumsi air pada tahun 2023 menurun menjadi 106,9 m³/Ton Ni dari 141,77 m³/Ton Ni pada tahun 2022. Penurunan ini mencerminkan keberhasilan PT Vale Indonesia dalam mengelola penggunaan air secara lebih bijaksana. Melalui inisiatif ini, PT Vale Indonesia memastikan bahwa operasionalnya tetap berjalan berkelanjutan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap sumber daya air.

Komitmen PT Vale dalam Meningkatkan Kesejahteraan melalui Pendidikan

Komitmen PT Vale dalam Meningkatkan Kesejahteraan melalui Pendidikan

4. Optimalisasi Pemanfaatan Air di PLTA Sungai Larona

Baca Juga :  Kalender Ekonomi Hari Ini (3 Maret 2025, Cek Rilis Data yang Bisa Mempengaruhi Forex

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Larona memanfaatkan air dari Danau Matano, Mahalona, dan Towuti sebagai sumber daya utama. Air yang digunakan dalam proses ini tidak berasal dari wilayah yang mengalami krisis air (water stress), sehingga tidak mengganggu ketersediaan air bagi masyarakat sekitar. Volume air yang digunakan untuk memutar turbin di PLTA juga senantiasa dikembalikan dalam jumlah yang sama ke danau asalnya.

Dengan sistem ini, PT Vale Indonesia menjamin bahwa pemanfaatan air untuk pembangkit listrik tidak merugikan lingkungan maupun masyarakat di sekitarnya. Pengelolaan yang baik ini memungkinkan PT Vale Indonesia untuk terus mendukung operasional berkelanjutan sambil menjaga keseimbangan ekosistem air di sekitar area tambang. Kebijakan ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip konservasi air yang diterapkan secara global.

5. Dukungan terhadap Kawasan Konservasi Danau

PT Vale Indonesia turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian Danau Matano, Mahalona, dan Towuti yang berstatus sebagai Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam. Perlindungan kawasan ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 274/Kpts/Um/4/1979 yang menetapkan status konservasi bagi danau-danau tersebut. Upaya konservasi ini bertujuan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan kualitas air di ekosistem danau.

Sebagai bagian dari komitmennya, PT Vale Indonesia melaksanakan berbagai program lingkungan untuk menjaga kelestarian danau, termasuk kegiatan reboisasi dan pemantauan kualitas air. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi air. Dengan demikian, keberlanjutan danau-danau ini dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.

Melalui serangkaian langkah ini, PT Vale Indonesia tidak hanya memenuhi standar regulasi lingkungan, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam menambang kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Upaya-upaya tersebut membuktikan bahwa PT Vale Indonesia memiliki keseriusan dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas lingkungan air di sekitar area operasinya, sejalan dengan prinsip #MenambangKebaikan dan #StartsWithMe.

3 Program Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Pekerja PT Vale

3 Program Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Pekerja PT Vale

Berita Terkait

Awas Penipuan! Bahaya Menjual & Membeli Rekening Bank: Risiko Pidana & Hukumannya
Investor Jual Emas: Harga Spot Terjun Bebas, Peluang atau Risiko?
Rahasia Bebas Finansial: 4 Faktor Penting yang Wajib Anda Ketahui
Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok: Peluang Beli Rp1.826.000 per Gram?
Direksi & Komisaris BMRI Kantongi Dividen Jumbo: Simak Rinciannya!
Arus Balik Lebaran: 600 Ribu Pemudik Padati Penyeberangan Bali-Jawa
Altseason: Panduan Lengkap Memahami, Mengenali, dan Strategi Investasi Jitu
Warren Buffett: Strategi Jitu Hadapi Koreksi Pasar Saham

Berita Terkait

Minggu, 6 April 2025 - 08:03 WIB

Awas Penipuan! Bahaya Menjual & Membeli Rekening Bank: Risiko Pidana & Hukumannya

Minggu, 6 April 2025 - 07:27 WIB

Rahasia Bebas Finansial: 4 Faktor Penting yang Wajib Anda Ketahui

Minggu, 6 April 2025 - 07:11 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok: Peluang Beli Rp1.826.000 per Gram?

Minggu, 6 April 2025 - 02:59 WIB

Direksi & Komisaris BMRI Kantongi Dividen Jumbo: Simak Rinciannya!

Minggu, 6 April 2025 - 01:04 WIB

Arus Balik Lebaran: 600 Ribu Pemudik Padati Penyeberangan Bali-Jawa

Berita Terbaru

politics

Tarif Resiprokal Era Trump: AS Klaim Keadilan, Apa Alasannya?

Minggu, 6 Apr 2025 - 08:35 WIB