Superbank Grab-Emtek Rugi Walau IPO Menggema: Analisis Mendalam

- Penulis

Sabtu, 5 April 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamutama.com, JAKARTA — PT Super Bank Indonesia (Superbank), bank digital yang didukung oleh kolaborasi antara Grab dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), masih mencatatkan kerugian bersih pada tahun 2024. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Superbank sedang mempertimbangkan opsi untuk melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, Superbank membukukan kerugian bersih sebesar Rp366,36 miliar sepanjang tahun 2024. Meskipun demikian, angka kerugian ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan kerugian yang tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp385,1 miliar.

Penciutan kerugian yang dialami Superbank ini terutama didorong oleh lonjakan signifikan pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII), yang meningkat sebesar 102,42% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp609,5 miliar.

: Ancang-Ancang Raupan Cuan Superbank di Tengah Kabar IPO

Seiring dengan kenaikan pendapatan bunga bersih, margin bunga bersih (NIM) juga mengalami peningkatan, mencapai 7,88% pada tahun 2024, naik dari 7,18% pada tahun 2023.

Selain itu, Superbank juga berhasil menekan kerugian akibat penurunan nilai aset keuangan (impairment) dari Rp131,49 miliar menjadi Rp128,33 miliar. 

Baca Juga :  UU BUMN Sah Hari Ini, Isinya Mengatur Struktur BPI Danantara

: : Dikabarkan Bakal IPO, Bos Superbank Buka Suara

Lebih lanjut, Superbank mencatatkan total aset yang meningkat tajam sebesar 105,09% yoy, mencapai Rp11,39 triliun pada tahun 2024. Pertumbuhan aset ini didukung oleh ekspansi kredit yang tumbuh 33,42% yoy menjadi Rp371,7 miliar.

Sementara itu, Superbank telah berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp4,94 triliun, yang mencerminkan peningkatan signifikan hingga lima kali lipat atau 436,26% yoy. Kenaikan DPK bank ini didorong oleh performa dana murah atau current account savings account (CASA) yang melonjak 845,7%, serta deposito yang melesat 359,78% yoy. 

: : Superbank Dikabarkan Mau IPO, OJK Bilang Belum Ada Bank Digital Ajukan Izin

Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, menjelaskan bahwa kerugian yang dialami bank hingga saat ini merupakan bagian dari investasi dalam pengembangan platform. Ia meyakini bahwa setelah platform tersebut rampung, kinerja keuntungan akan meningkat secara signifikan.

Di tengah catatan kerugian ini, Superbank dikabarkan sedang merencanakan IPO pada tahun ini. Menurut laporan dari Bloomberg, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan bahwa Superbank sedang mempertimbangkan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menargetkan perolehan dana dari penjualan saham potensial senilai US$200 juta hingga US$300 juta.

Baca Juga :  Danantara Masuk: Dividen Himbara BBRI, BMRI, dan Lainnya Melesat Naik!

Selain itu, Superbank juga dikabarkan membidik valuasi antara US$1,5 miliar hingga US$2 miliar dalam pencatatan saham perdananya. Perlu dicatat bahwa rencana IPO Superbank saat ini masih dalam tahap awal dan belum mencapai keputusan final.

Superbank merupakan bank digital yang sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International. Bank Fama kemudian bertransformasi menjadi bank digital dan mengubah namanya menjadi Superbank setelah masuknya Emtek sebagai investor.

Berdasarkan informasi di laman resminya, pemegang saham terbesar Superbank saat ini adalah Emtek, melalui PT Elang Media Visitama, dengan kepemilikan saham sebesar 31,27%.

Selain Emtek, Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. juga tercatat sebagai pemilik saham Superbank dengan porsi kepemilikan sebesar 20,56%.

Kemudian, Grab, melalui PT Kudo Teknologi Indonesia, memegang 19,26% saham Superbank, dan AS-DB Holdings Pte. Ltd. memiliki 11,58% saham. Bank digital asal Korea Selatan, KakaoBank Corp, juga memiliki 10% saham Superbank.

Berita Terkait

Rahasia Bebas Finansial: 4 Faktor Penting yang Wajib Anda Ketahui
Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok: Peluang Beli Rp1.826.000 per Gram?
Direksi & Komisaris BMRI Kantongi Dividen Jumbo: Simak Rinciannya!
Arus Balik Lebaran: 600 Ribu Pemudik Padati Penyeberangan Bali-Jawa
Altseason: Panduan Lengkap Memahami, Mengenali, dan Strategi Investasi Jitu
Warren Buffett: Strategi Jitu Hadapi Koreksi Pasar Saham
JK Sebut Tarif Impor Trump: Dampaknya ke Ekonomi Indonesia?
2.383 Aduan THR Membanjiri Kemnaker: Ini Daftar 1.536 Perusahaan Terlibat!

Berita Terkait

Minggu, 6 April 2025 - 07:27 WIB

Rahasia Bebas Finansial: 4 Faktor Penting yang Wajib Anda Ketahui

Minggu, 6 April 2025 - 07:11 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok: Peluang Beli Rp1.826.000 per Gram?

Minggu, 6 April 2025 - 02:59 WIB

Direksi & Komisaris BMRI Kantongi Dividen Jumbo: Simak Rinciannya!

Minggu, 6 April 2025 - 01:04 WIB

Arus Balik Lebaran: 600 Ribu Pemudik Padati Penyeberangan Bali-Jawa

Minggu, 6 April 2025 - 00:03 WIB

Altseason: Panduan Lengkap Memahami, Mengenali, dan Strategi Investasi Jitu

Berita Terbaru

urban-infrastructure

Tol Trans Jawa Pagi Ini: Kondisi Terkini, KM 71 Padat Merayap!

Minggu, 6 Apr 2025 - 07:07 WIB