Ragamutama.com – Dikabarkan bahwa Hansi Flick telah mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan laten di Barcelona, yakni kebocoran informasi yang kerap kali mengganggu ketenangan tim utama.
Penunjukan Hansi Flick sebagai juru taktik utama terbukti menjadi keputusan yang jitu bagi klub kebanggaan Catalonia ini.
Sepanjang musim kompetisi 2024-2025, Barcelona menampilkan performa yang impresif di kancah Eropa, setidaknya hingga saat ini.
Di bawah komando Flick, Barcelona menjelma menjadi kekuatan yang disegani, baik di Liga Spanyol maupun Liga Champions.
El Barca untuk sementara bertengger di singgasana klasemen Liga Spanyol dengan mengumpulkan 66 poin.
Mereka berhasil menyarangkan 82 gol dari 29 pertandingan yang telah dilakoni, unggul 20 gol dari rival abadi mereka, Real Madrid, yang baru mengemas 62 gol.
Di panggung Liga Champions, Lamine Yamal dan rekan-rekan setimnya tercatat sebagai tim paling produktif di fase liga dengan torehan 28 gol.
Barcelona pun sukses mengamankan tempat di babak perempat final.
Sejak awal tahun 2025, Barcelona telah melalui 20 pertandingan tanpa merasakan kekalahan.
Banyak pihak yang berpendapat bahwa Flick berhasil membenahi masalah taktis yang selama ini menghantui klub raksasa Catalunya ini.
Sebelumnya, di bawah arahan Xavi Hernandez, gaya permainan Barcelona dianggap kurang memikat dan tidak atraktif.
Berbeda dengan Hansi Flick, yang mampu mengembalikan citra Barcelona sebagai salah satu tim elite Eropa dengan produktivitas gol yang menakjubkan.
Namun, menariknya, perombakan yang dilakukan Flick di tubuh skuad Barcelona ternyata tidak terbatas hanya pada ranah sepak bola semata.
Laporan dari La Porteria mengindikasikan bahwa mantan arsitek Bayern Muenchen ini berhasil menertibkan masalah kebocoran informasi yang terjadi di ruang ganti.
Menurut laporan tersebut, Flick menerapkan larangan bagi staf medis dan awak media untuk berada di ruang makan tim utama.
Bahkan, mereka juga dilarang untuk ikut serta dalam perjalanan tandang bersama tim.
Flick meyakini bahwa kehadiran kedua pihak ini berpotensi memperkeruh suasana internal Barcelona, karena informasi atau isu sensitif yang seharusnya tidak dipublikasikan dapat tersebar dan menjadi konsumsi publik.
Perubahan fundamental ini sangat kontras dengan situasi yang terjadi pada musim sebelumnya.
Di era kepemimpinan Xavi, beberapa informasi penting dari dalam klub kerap kali bocor tanpa diketahui sumbernya, dengan penyebaran yang cukup masif.
Kebocoran informasi tersebut mencakup isu mengenai keretakan hubungan antara para pemain dan Xavi, yang dikabarkan tidak harmonis.
Flick juga menginisiasi pembentukan ruang terpisah antara para pemain dan jajaran direksi klub.
Meskipun demikian, ia tetap mengizinkan para petinggi klub, seperti Presiden Joan Laporta dan Direktur Olahraga Deco, untuk hadir.
Pendekatan yang diterapkan oleh mantan pelatih Timnas Jerman ini terbukti memberikan dampak positif bagi Barcelona.
Saat ini, klub raksasa Catalunya tersebut tengah mengincar tiga gelar juara tersisa yang ingin mereka raih.
Barcelona telah sukses menggondol Piala Super Spanyol di bawah kepemimpinan Hansi Flick.