SERANG, RAGAMUTAMA.COM – Libur Lebaran 2025 ini, kawasan Pantai Anyer di Kabupaten Serang, Banten, tetap menjadi magnet utama bagi para pelancong.
Akan tetapi, mengingat tingginya minat wisatawan, kepadatan pengunjung di sepanjang garis pantai Anyer semakin terasa. Untuk itu, disarankan bagi sebagian wisatawan untuk mempertimbangkan opsi destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik.
Berdasarkan pantauan Kompas.com dari pagi hingga menjelang siang, arus lalu lintas yang mengarah ke Pantai Anyer mengalami kepadatan yang cukup signifikan. Kendaraan pribadi mendominasi, ditambah dengan kehadiran bus-bus pariwisata.
Kondisi ini mengakibatkan antrean kendaraan yang mengular serta pantai-pantai di sekitar Anyer dipenuhi oleh pengunjung.
Kombes Pol Leganek Mawardi, selaku Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten, mengimbau kepada masyarakat yang merencanakan kunjungan ke Pantai Anyer untuk mencari alternatif tempat wisata jika kawasan pantai sudah terlampau padat.
“Apabila Pantai Anyer sudah mencapai kapasitas maksimal, saya menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan alternatif obyek wisata lain. Di Banten ini banyak pilihan, seperti air terjun atau wisata kuliner yang beragam,” ungkap Leganek kepada Kompas.com di Anyer, Selasa (3/4/2025).
Leganek juga menekankan pentingnya bagi wisatawan untuk memantau perkembangan kondisi lalu lintas menuju Pantai Anyer melalui platform media sosial sebelum memulai perjalanan.
Informasi ini sangat berguna agar para pengunjung dapat menentukan rute alternatif yang lebih lancar dan menghindari potensi kemacetan yang dapat memperlama waktu tempuh.
“Kami mengharapkan masyarakat aktif memantau media sosial, mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin, menjaga kondisi fisik, serta merencanakan rute alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas,” imbuhnya.
Guna mengelola kepadatan yang terjadi, pihak kepolisian telah menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka tutup di persimpangan Jalan Lingkar Cilegon, pengalihan arus kendaraan, dan penerapan sistem *one way*.
Pada rentang waktu pagi, sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, prioritas diberikan kepada kendaraan yang menuju Anyer. Sementara itu, pada sore hari, antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, sistem *one way* diberlakukan bagi kendaraan yang keluar dari kawasan wisata Anyer dengan tujuan mengurangi kepadatan.
Namun, Leganek menekankan bahwa implementasi semua rekayasa lalu lintas ini akan disesuaikan dengan situasi terkini di lapangan.
“Kami akan terus memantau kondisi dan kapasitas di dalam kawasan Anyer. Jika sudah penuh, kami akan mengalihkan arus di simpang JLS menuju arah Cilegon,” tegasnya.