RAGAMUTAMA.COM – Francesco “Pecco” Bagnaia, pembalap dari tim Ducati Lenovo, berhasil meraih kemenangan gemilang di balapan utama MotoGP Amerika 2025 dan merayakannya dengan selebrasi unik, yaitu selebrasi teropong.
Apa sebenarnya makna di balik selebrasi teropong yang dilakukan Pecco Bagnaia usai menjuarai MotoGP Amerika 2025? Apakah ini merupakan sindiran halus kepada Marc Marquez yang gagal menyelesaikan balapan?
Balapan seru yang berlangsung pada hari Minggu, 30 Maret 2025, di Circuit of The Americas (COTA), menjadi saksi bisu atas dominasi Pecco Bagnaia.
Namun, nasib kurang beruntung menimpa rekan setimnya, Marc Marquez, yang mengalami insiden terjatuh dan harus kembali ke pit lebih awal.
Setelah memastikan kemenangan dan menyelesaikan balapan, Pecco melakukan gerakan khas, seolah-olah sedang menggunakan teropong binokuler.
Kedua tangannya membentuk lingkaran seperti teropong, lalu ia mengarahkan pandangannya ke sisi kiri dan kanan lintasan.
Selebrasi pembalap dengan nomor motor 63 ini kemudian dilanjutkan dengan menyapa para penggemar yang memadati tribun COTA pada saat itu.
Pertanyaan yang muncul di benak banyak orang adalah, apakah selebrasi tersebut ditujukan untuk menyindir rekan setimnya sendiri?
Rekor Kurang Baik Pertama Marc Marquez Terjadi di MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Berhasil Membalas Dendam
Aksi Cepat Marc Marquez di Sprint MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Secara Diam-diam Meningkat
Ternyata bukan itu maksudnya, bro. Peraih gelar juara dunia MotoGP 2023 ini mengungkapkan bahwa selebrasi teropong tersebut sebenarnya ditujukan untuk mencari para pengkritiknya.
“Saat ini, saya tidak melihat komentar apa pun, bahkan satu kata pun,” ungkap Pecco Bagnaia seperti yang dikutip dari Motosan.es.
Pecco Bagnaia, yang telah dua kali meraih gelar juara dunia, tidak menyangkal bahwa perundungan yang sering diterimanya berdampak pada kondisi mental dan pikirannya.
Kritik dan perundungan tersebut datang dari orang-orang yang tidak benar-benar memahami seluk-beluk dunia balap, bahkan dari mantan pembalap sekalipun.
“Komentar dari orang-orang yang bekerja di olahraga ini, yang pernah bekerja di dalamnya, bahkan yang pernah menjadi pembalap. Ketika saya membaca beberapa hal yang mereka katakan, saya tidak mengerti apa alasannya,” kata Pecco dengan nada heran.
Karena merasa kesal, Pecco Bagnaia melontarkan sindiran bahwa kemenangan yang diraihnya dipersembahkan khusus bagi mereka yang sering memberikan komentar negatif kepadanya.
“Jika mereka pernah menjadi pembalap atau bekerja di sini, seharusnya mereka tahu situasinya dengan baik, dan seharusnya perkataan mereka menjadi motivasi bagi saya. Kemenangan ini untuk mereka,” tutupnya dengan tegas.