Pembalap Ducati, Marc Marquez, menjadi pusat perhatian setelah kecelakaan di GP Americas 2025 saat memimpin balapan.
Kejuaraan GP Americas 2025 yang berlangsung akhir pekan lalu menyajikan drama pahit bagi Marc Marquez.
Setelah mendominasi dengan meraih pole position dan kemenangan di sesi sprint, “Baby Alien” justru mengalami kesulitan di Circuit of the Americas.
Keputusan Marquez mengganti ban sebelum balapan, yang menimbulkan kekacauan di grid, terbukti kurang tepat.
Juara dunia delapan kali itu mengalami kecelakaan saat memimpin dengan jarak signifikan dari rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Insiden ini mengingatkan kembali pada kecelakaan Marquez di lintasan sepanjang 5,5 kilometer tersebut pada musim 2019, saat ia juga tengah unggul.
Kegagalan Marquez dimanfaatkan Bagnaia yang meraih kemenangan perdananya di balapan utama MotoGP 2025.
Kecelakaan tak terduga Marquez menarik perhatian banyak pihak, termasuk pengamat MotoGP, Oscar Haro.
Mantan direktur olahraga LCR Honda tersebut mengungkapkan sisi positif dari kegagalan Marquez di GP Americas 2025.
Saat Perebutan Dominasi Internal Ducati Memanas, Dokter Mengizinkan Jorge Martin Kembali Balapan di MotoGP Qatar 2025
Kegagalan Marquez tak hanya berdampak pada Bagnaia yang meraih kemenangan, tetapi juga pada adiknya, Alex Marquez.
Dengan finis kedua di GP Americas 2025, pembalap Gresini Racing itu untuk pertama kalinya memimpin klasemen MotoGP.
“Marquez tidak jatuh, ia justru membuat adiknya memimpin klasemen sementara,” ujar Haro, seperti dikutip RAGAMUTAMA.COM dari Motosan.
Haro juga menilai Marquez salah dalam mengubah pengaturan motornya.
“Marquez tahu dia salah, ia mencoba membalikkan keadaan dengan mengganti ban, tetapi sudah terlambat,” kata Haro.
“Momen itu sangat krusial, saya tahu itu dari pengalaman, pengaturan untuk balapan basah juga tidak cukup, begitu pula untuk balapan kering.”
“Kemudian Marc Marquez meminta menyiapkan motor lain, jadi dia melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan.”
“Pada sesi Jumat, ia mengambil risiko yang seharusnya tidak ia ambil, terutama dalam kondisi basah,” tambahnya.
Menurut Haro, kepercayaan diri berlebih Marquez justru menjadi bumerang.
“Marquez melakukan kesalahan karena terlalu percaya diri,” jelas Haro.
“Ia harus lebih tenang, dan Minggu itu adalah campuran kondisi lintasan yang licin,” imbuhnya.
Kegagalan di GP Americas menambah beban bagi Marquez menjelang seri berikutnya.
Bagi Haro, penampilan Marquez di seri ketiga MotoGP 2025 mengingatkannya pada Casey Stoner yang memiliki karakter serupa.
“Saya pikir kecelakaan ini sangat membebani Marquez, itu membuatnya kecewa, tapi bukan masalah besar,” kata Haro.
“Dari semua pembalap yang pernah saya bekerja sama, yang paling mirip dengan Marc Marquez adalah Casey Stoner.”
“Dia (Stoner) akan menurunkan visornya, dan Anda tidak bisa menjelaskannya, begitulah mereka, mereka memang murni,” imbuhnya.
Desas-desus Pertemuan dengan Bos Pramac Menguatkan Spekulasi Kepindahan Pedro Acosta dari KTM