Harga Kelapa Melonjak Tajam Jelang Lebaran: Pasokan Menipis Akibat Ekspor Tinggi

- Penulis

Senin, 31 Maret 2025 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ragamutama.com, Jakarta – Jelang Lebaran 1446 Hijriah, harga kelapa melambung tinggi. Pedagang di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, misalnya, mematok harga Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per butir, lonjakan 25-40 persen dibanding harga normal Rp 25.000 selama bulan Ramadan. Namun, bukan hanya momen Lebaran yang menjadi penyebabnya.

“Kabarnya, banyak kelapa dikirim ke luar negeri. Stok terbatas, sementara permintaan tinggi,” jelas Dodi Damanhuri, seorang pedagang, saat ditemui Minggu, 30 Maret 2025.

Dodi biasanya menjual sekitar 3.000 butir kelapa menjelang Idul Fitri. Tahun ini, keterbatasan pasokan dari Lampung membuatnya hanya mampu menjual sekitar 1.000 butir. “Susah jual lebih banyak. Untuk apa diekspor kalau di dalam negeri masih butuh?” tanyanya.

Baca Juga :  Ini 10 Makanan Khas Tasikmalaya yang Nggak Boleh Kamu Lewatkan

Enam tahun berjualan kelapa, Dodi menyebut tahun ini sebagai puncak harga tertinggi. Ia mengeluhkan kelangkaan dan kualitas kelapa yang menurun. Ia bahkan harus membayar lebih mahal untuk kelapa yang kualitasnya buruk, sementara yang berkualitas tinggi diekspor.

“Barang mahal tapi kualitasnya jelek, yang bagus diekspor semua,” keluh Dodi, pedagang berusia 30 tahun asal Pandeglang, Banten.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, sebelumnya menyatakan tingginya permintaan ekspor menjadi pemicu kenaikan harga. “Permintaan ekspor tinggi, industri dalam negeri juga butuh banyak,” ujar Budi Santoso saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat, 21 Maret 2025.

Baca Juga :  Mana yang Lebih Baik, Makan Cepat atau Lambat?

Tingginya permintaan membuat stok kelapa menipis. “Industri dalam negeri kesulitan mendapatkan barang karena banyak yang diekspor. Itu masalahnya,” kata Budi Santoso. Ia berencana mengumpulkan eksportir dan petani untuk membahas kenaikan harga kelapa menjelang Lebaran 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor kelapa bulat pada Februari 2025 naik 29,84 persen secara bulanan. Dari Januari hingga Februari 2025, Indonesia mengekspor 71.077 ton kelapa bulat.

Cina menjadi tujuan ekspor terbesar, mencapai 68.065 ton senilai US$ 29,5 juta. Disusul Vietnam (2.180 ton), Thailand (550 ton), dan Malaysia (280 ton).

Berita Terkait

27 Ide Menu Makan Malam Keluarga: Enak, Praktis, Anti Ribet!
Martabak Tokyo: Sensasi Kuliner Indonesia yang Viral, Harus Pesan Sehari Sebelumnya!
Jelajah Kuliner Lebaran 2025: 5 Pilihan Lezat Dekat Stadion Manahan Solo
Supermarket Inggris Perang Diskon Hadapi Lonjakan Harga Pangan
Rosan Roeslani Diskusikan Isu Pangan dengan Menteri dan Pengusaha Ternama
11 Kuliner Pacitan Otentik: Wajib Coba, Bikin Nagih!
April Mencekam: Ribuan Harga Makanan & Minuman di Jepang Meroket!
Lebaran 2025: Erick Thohir dan Dasco Hadiri Open House Zulhas

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 04:08 WIB

27 Ide Menu Makan Malam Keluarga: Enak, Praktis, Anti Ribet!

Rabu, 2 April 2025 - 14:40 WIB

Martabak Tokyo: Sensasi Kuliner Indonesia yang Viral, Harus Pesan Sehari Sebelumnya!

Rabu, 2 April 2025 - 13:03 WIB

Jelajah Kuliner Lebaran 2025: 5 Pilihan Lezat Dekat Stadion Manahan Solo

Rabu, 2 April 2025 - 10:11 WIB

Supermarket Inggris Perang Diskon Hadapi Lonjakan Harga Pangan

Rabu, 2 April 2025 - 09:27 WIB

Rosan Roeslani Diskusikan Isu Pangan dengan Menteri dan Pengusaha Ternama

Berita Terbaru

travel

Kisah Inspiratif: Tips Terbang ke Luar Negeri

Jumat, 4 Apr 2025 - 04:39 WIB