12 Cara Memulai Usaha Pakaian dengan Modal Kecil yang Menguntungkan

- Penulis

Sabtu, 29 Maret 2025 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, RAGAMUTAMA.COM – Berubahnya tren dan model pakaian menjadi salah satu alasan bisnis pakaian tak pernah lekang oleh waktu. Tak heran bisnis ini selalu berpeluang besar untuk menghasilkan keuntungan. Omset yang didapatkan mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah perbulannya.

Meski menjanjikan, bisnis ini sering kali dinilai harus dimulai dengan modal yang besar. Padahal dengan modal kecil, bisnis ini juga dapat dilakoni. Jadi, bagaimana cara memulai usaha pakaian dengan modal kecil? Simak tips dan ulasannya berikut ini!

1. Riset pasar

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membangun sebuah usaha pakaian adalah dengan meriset pasar. Riset pasar bisa dilakukan dengan mengamati tren pasar atau melakukan survei kepada orang-orang tentang produk apa yang menarik.

Cara memulai usaha pakaian juga bisa dilakukan dengan mengenali target pasar usahamu. Target pasar bisa dilihat dari beberapa indikator, mulai dari usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, geografis, dan sebagainya.

Menentukan target pasar pun tidak bisa sembarangan karena akan memengaruhi jalannya bisnismu nanti.

2. Buat konsep bisnis

Jika sudah melakukan riset pasar dan mengetahui apa produk yang kemungkinan akan laris di pasaran, cara memulai usaha pakaian berikutnya adalah membuat konsep bisnis.

Kamu perlu membuat sebuah konsep brand yang nantinya akan menjadi karakter dan ciri khas dari bisnismu. Misalnya, kamu harus menentukan untuk siapa produkmu akan diijual, produk jenis apa yang dijual, dan sebagainya.

3. Tentukan nama dan logo brand

Setelah memiliki konsep besar tentang bisnis yang akan dibangun, berikutnya kamu perlu menentukan nama dan logo brand. Cara ini bisa dibilang sangat penting karena akan menjadi identitas dari bisnis kamu.

Selain itu, nama dan logo akan membantu konsumenmu nanti untuk mengenal brand kamu. Oleh sebab itu, nama dan logo brand harus unik dan catchy agar konsumen tertarik.

4. Memastikan jenis, model, dan bahan pakaian yang ingin dijual

Dari sekian banyak jenis dan model pakaian yang ada, kamu bisa memilih salah satu atau beberapa jenis dan model yang paling laku atau cocok dengan keinginan kamu untuk dikembangkan menjadi bisnis pakaian. 

Baca Juga :  Indeks Bisnis-27 di Zona Merah, Saham TOWR, HEAL, hingga AMRT Merosot

Selain itu, bahan juga merupakan salah satu hal yang harus dipelajari. Dalam bisnis pakaian, bahan yang berkualitas menjadi salah satu hal yang penting. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempelajari jenis bahan pakaian. Contohnya, bahan untuk sweater berbeda dengan bahan untuk jaket. 

5. Cari supplier yang tepat dan murah

Setelah mendapatkan jenis dan model pakaian yang ingin dikembangkan menjadi bisnis, kamu bisa mulai untuk mencari supplier yang tepat dan murah. Mencari supplier bukanlah suatu hal yang sulit dilakukan, mengingat supplier pakaian tersebar banyak dan luas. 

Namun, kamu harus tetap berhati-hati dalam memilih supplier karena terkadang ada supplier yang menawarkan harga sangat murah, tetapi sangat sulit dihubungi. Hal ini akan menyulitkan kamu untuk memulai bisnis pakaian. 

Maka dari itu, temukan supplier yang bisa diajak kerja sama, terjangkau, mudah dihubungi, dan bisa memberikan informasi yang lengkap mengenai stok, warna, dan ukuran jenis pakaian yang tersedia.

6. Buat pemotretan produk

Cara memulai usaha pakaian berikutnya adalah dengan membuat foto produk. Langkah ini juga tidak kalah penting karena salah satu hal pertama yang dilihat calon konsumen saat ingin membeli suatu produk.

Buatlah foto produk dan katalog yang menarik. Bisa untuk media sosial, web, maupun dicetak.

7. Pakai sistem dropship atau reseller

Mengingat modal yang dimiliki kecil, kamu bisa memulai bisnis pakaian dengan memakai sistem dropship atau reseller dari supplier yang sebelumnya kamu temukan tepat. 

Sistem dropship adalah sistem penjualan di mana penjual atau dropshipper hanya perlu memasarkan dan menjual barang milik pihak lain tanpa perlu membeli dan menyetok barang. Sedangkan reseller adalah kebalikannya, yaitu proses menjual kembali sebuah barang dari supplier dengan melakukan stok barang. 

Dengan dua sistem ini, kamu bisa memotong modal untuk melakukan produksi dan operasional sendiri. Jadi, kamu menjualnya mulai dengan sistem pre-order (PO).

8. Buat strategi sistem operasional

Cara memulai usaha pakaian berikutnya adalah dengan merancang strategi untuk sistem operasional. Kamu bisa turun langsung untuk mengurus bisnis atau bisa juga menyerahkannya kepada orang lain yang kamu percayai.

Baca Juga :  IHSG Diproyeksi Kembali Melemah pada Perdagangan Senin (3/2)

Jika kamu ingin meng-handle bisnismu sendiri, maka kamu harus menguasai banyak hal tentang bisnis. Mulai dari stok, pembukuan, dan sebagainya.

Namun jika kamu ingin menyerahkannya ke seorang manajer, maka pastikan ia adalah orang yang tepat dan kamu percayai. Kemudian nanti manajer akan merekrut para staf lainnya, seperti tim admin, akuntan, dan media sosial.

9. Pakai strategi pemasaran yang tepat

Untuk bisnis pakaian sendiri, kamu bisa memasar kepada wanita atau laki-laki dengan demografi tertentu dan memiliki kebutuhan akan pakaian yang bisnis kamu tawarkan. 

Kini, untuk mengeksekusi strategi pemasaran tidak perlu merasa kesulitan lagi. Banyak sumber edukasi dan platform yang dapat menjadi sarana pengimplementasian strategi pemasaran yang dibentuk. 

10. Tambah keuntungan bisnis dengan membuka reseller atau dropship

Jika sebelumnya kamu memanfaatkan sistem dropship atau reseller, kini kamu bisa membukanya kedua sistem tersebut sendiri. Tentunya, kamu harus sudah bisa melakukan stok atau bahkan produksi sendiri untuk produk pakaian yang kamu tawarkan. 

Hal ini merupakan salah satu cara untuk melipatgandakan keuntungan dalam bisnis pakaian. Tidak dapat dimungkiri, dengan menerima dropship atau reseller, bisnis pakaian kamu akan dapat menjadi besar.

11. Rekrut karyawan dan buka toko offline jika bisnis pakaian semakin maju

Ketika bisnis pakaianmu semakin berkembang dan maju, kamu dapat mulai merekrut karyawan. Hal ini karena order yang diterima semakin banyak, operasional semakin sulit ditangani sendirian. 

Selain itu, kamu juga bisa merencanakan sedikit demi sedikit untuk membuka toko offline saat kamu sudah berani produksi dan stok barang sendiri, serta ketika bisnis pakaian yang dijalani sudah sangat maju dan banyak diminati.

Jadi, produk kamu tidak hanya dikenal oleh para konsumen di dunia online, tetapi juga masyarakat sekitar. 

12. Update dengan tren fashion

Cara memulai usaha pakaian yang terakhir adalah dengan selalu update terhadap tren fashion. Sebagai pengusaha, kamu selalu dituntut untuk terus berinovasi. Tujuannya agar bisnismu selalu sesuai dengan tren pasar, sehingga tidak ketinggalan zaman.

Nah, demikian tadi 12 cara memulai usaha pakaian dengan modal kecil yang wajib kamu ketahui. Selamat mencoba, ya!

Berita Terkait

Waspada! Ini 4 Ciri Broker Forex Ilegal yang Harus Dihindari
Panduan Lengkap: 4 Strategi Investasi Emas Digital Aman dan Menguntungkan
Kripto: Panduan Lengkap Investasi, Risiko, dan Ragam Jenisnya
The Fed: Tarif Trump Ancam Lonjakan Inflasi di Amerika Serikat
Tegas! Cina Balas Trump dengan Tarif Impor 34% ke Produk AS
Kinerja Emiten Grup Sinarmas: Analisis Mendalam dan Prospeksi 2025
Perang Dagang: China Balas, Harga Minyak Dunia Anjlok!
Efek Trump: Analisis Dampak pada Pasar Keuangan Global

Berita Terkait

Sabtu, 5 April 2025 - 06:03 WIB

Waspada! Ini 4 Ciri Broker Forex Ilegal yang Harus Dihindari

Sabtu, 5 April 2025 - 05:55 WIB

Panduan Lengkap: 4 Strategi Investasi Emas Digital Aman dan Menguntungkan

Sabtu, 5 April 2025 - 01:19 WIB

Kripto: Panduan Lengkap Investasi, Risiko, dan Ragam Jenisnya

Sabtu, 5 April 2025 - 00:27 WIB

The Fed: Tarif Trump Ancam Lonjakan Inflasi di Amerika Serikat

Jumat, 4 April 2025 - 23:00 WIB

Tegas! Cina Balas Trump dengan Tarif Impor 34% ke Produk AS

Berita Terbaru