RAGAMUTAMA.COM – Belakangan ini, media sosial ramai dengan klaim bahwa Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan uang kertas pecahan Rp25.000 dengan gambar Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Unggahan yang menyebar di berbagai platform menampilkan gambar uang dengan logo BI, lambang Garuda Pancasila, dan peta Indonesia, serta disertai narasi yang mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto karena disebut telah mengabadikan sosok Gus Dur dalam pecahan uang baru tersebut.
Namun, benarkah informasi ini?
Melalui pantauan Tim Ragam Utama dengan mengunjungi akun Instagram resmi @bank_indonesia. Hasilnya, tidak ditemukan informasi mengenai peluncuran uang kertas pecahan Rp25.000 dengan gambar Gus Dur.
Selain itu, pencarian melalui Google dengan kata kunci “BI keluarkan uang bergambar Gus Dur” menunjukkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyatakan bahwa informasi ini tidak benar pada 2 Maret 2025.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M Anwar Bashori, juga menegaskan bahwa BI tidak memiliki kebijakan untuk mengeluarkan uang pecahan baru dengan nominal Rp25.000 dan gambar Gus Dur. Ia juga mengingatkan bahwa setiap penerbitan uang baru oleh BI selalu diumumkan melalui situs resmi dan media sosial BI.
Uang Rupiah yang Berlaku Saat Ini
Mengutip laman resmi BI, berikut adalah daftar uang rupiah yang saat ini masih berlaku:
Uang Kertas yang Berlaku:
- Rp100.000 (Emisi 2022)
- Rp50.000 (Emisi 2022)
- Rp20.000 (Emisi 2022)
- Rp10.000 (Emisi 2022)
- Rp5.000 (Emisi 2022)
- Rp2.000 (Emisi 2022)
- Rp1.000 (Emisi 2022)
Uang Koin yang Berlaku:
- Rp1.000 (Emisi 2016 & 2010)
- Rp500 (Emisi 2016 & 2003 – bergambar bunga melati)
- Rp200 (Emisi 2016)
- Rp100 (Emisi 2016)
Masyarakat dapat mengecek informasi lengkap mengenai uang yang masih berlaku di laman resmi Bank Indonesia melalui tautan https://www.bi.go.id/id/rupiah/gambar-uang/Default.aspx.
Berdasarkan hasil investigasi, klaim tentang peluncuran uang pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur adalah tidak benar dan menyesatkan.
Tidak ada bukti dari sumber resmi seperti BI atau Komdigi yang mengonfirmasi keberadaan uang tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber terpercaya.
Jika ingin mendapatkan informasi akurat terkait kebijakan uang rupiah, sebaiknya selalu merujuk pada situs resmi Bank Indonesia atau kanal komunikasi resmi pemerintah.